Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

10 Orang Luka-luka dalam Perang Antarsuporter di Rembang



Reporter:    /  @ 20:10:24  /  16 Juli 2017

    Print       Email

Bupati Rembang sekaligus Ketum PSIR  Abdul Hafidz dan Manajer PSIR Wiwin Winarto menjenguk suporter yang menjadi  korban insiden lemparan batu dari Persis Solo di  IGD RSUD dr R Soetrasno Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kericuhan yang terjadi alam pertandingan antara PSIR vs Persis Solo, di Stadion Krida Rembang, Minggu (16/7/2017) petang mengakibatkan 10 orang luka-luka. Korban luka merupakan para suporter, dan terpaksa dilarikan ke RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Dari 10 korban tersebut, 3 di antaranya masih mendapatkan perawatan di ruang instalalsi gawat darurat (IGD) RSUD setempat. Ketiga korban yang masih di IGD tersebut antara lain Nanda andini putri (16) warga Tawangsari Leteh. Saat kejadia ia pingsan atau shok, sehingga harus ditandu dan dibawa ke RSU.

Kemudian korban kedua yakni Nana Nurhayati (31) warga Mondoteko, Rembang. Ia harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena lemparan batu dari suporter Persis Solo dari arah selatan, dan mengalami luka sobek di pipi kanannya. Saat itu ia berada di tribun sayap atau bagian barat yang berada di sisi selatan.

Sementara korban ketiga yakni Ahmad Hanif (15) warga Pamotan. Mengalami luka robek di kepala belakang bagian kiri, karena terkena lemparan batu dan harus mendapatkan jahitan. Saat kejadian ia berada di tribun timur bagian utara.

Selain itu juga ada korban lainnya yang menjalani rawat jalan setelah mendapatkan jahitan di pelipis kanan lantaran terkena lemparan batu dari arah selatan. Korban tersebut yakni Lukman Hasim (21) warga Sedan Rembang.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz yang juga selaku Ketua Umum PSIR menyebut, peristiwa itu cukup disesalkan. Sehingga akan ada evaluasi, supaya kejadian serupa tak terulang.

“Evaluasi itu baik mulai dari panpel (panitia penyelenggara) dan lainnya. Supaya nantinya bisa tahu yang salah siapa dan kita tak mau menuding atau menyalahkan pihak lain. Insiden ini saya kira spontanitas,” paparnya.

 

Baca juga : Penonton Ricuh, Pertandingan PSIR vs Persis Solo Dibubarkan

 

Sementara itu, saat disinggung mengenai pertandingan lanjutan, ia menyebut hal itu justru bisa merugikan PSIR. Meski demikian, sebelumnya saat suasana di stadion mulai kondusif pihak pengawas juga telah menawarkan untuk melanjutkan pertandingan. Hanya saja pihak Persis Solo disebut tak bersedia.

“Pengawas pertandingan juga siap melanjutkan. Namun pihak tamu tak mau melanjutkan. Dan misalkan ada kelanjutan, maka saya harap ada kebijakan tersendiri bagi PSSI untuk menyelesaikan itu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, investigasi pengawas itu perlu, seban itu solusi yang baik untuk memutuskan siapa yang akan bertanggung jawab dalam insiden ini. “Sebab dalam pertandingan sebelumnya juga baik-baik saja dan selesai dengan damai,” tambahnya.

Perlu diketahui, untuk ke 10 korban luka lantaran terkena lemparan batu dari suporter Persis Solo baik yang masih di rawat di RSU maupun yang sudah pulang akan ditanggung oleh PSIR.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Nonton Karnaval, Bupati Grobogan Dibikin Kaget dengan Penampilan Kabag Pemdes

Selengkapnya →