Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Swadaya Warga, Perlintasan KA di Katong Grobogan Mulai Dilengkapi Palang Pintu



Reporter:    /  @ 13:00:45  /  15 Juli 2017

    Print       Email

Seorang petugas menjaga perlintasan sebidang kereta api yang telah dilengkapi palang pintu di Desa Katong, Kecamatan Toroh.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Menindaklanjuti pertemuan dengan Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementrian Perhubungan, beberapa waktu lalu, warga Desa Katong, Kecamatan Toroh akhirnya berhasil mendirikan palang pintu sederhana di perlintasan kereta. Pendirian palang pintu dilakukan sebagai solusi supaya perlintasan sebidang tersebut tidak ditutup.

Pembuatan palang pintu sumber dananya berasal dari swadaya warga. Ada dua palang pintu yang dibikin. Kedua palang bercat merah itu tempatkan di sisi utara dan selatan. Kemudian di dekat palang juga dibuatkan gubuk untuk tempat berteduh penjaga.

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Katong Sugiyono mengatakan, pembangunan palang pintu dilaksanakan beberapa hari setelah ada sosialisasi penutupan yang dilangsungkan di balai desa (5/7/2017) lalu. Dalam sosialisasi tersebut, warga menolak

rencana penutupan perlintasan.

“Warga memang menghendaki agar perlintasan tidak ditutup dan siap menjaga. Soalnya, perlintasan itu merupakan akses vital bagi aktivitas warga. Pembuatan palang merupakan salah satu solusi konkrit yang dilakukan supaya perlintasan tidak ditutup,” katanya, Sabtu (15/7/2017).

Palang pintu itu akan dijaga selama 24 jam dengan tiga orang penjaga. Saat ini baru ada seorang penjaga yang bertugas mulai pukul 06.00 sampai 18.00. Setelah itu, warga sekitar menjaga palang pintu sampai pukul 24.00.

“Petugas penjaga palang itu nanti akan dapat honor dari desa. Soal besarnya honor masih kita bicarakan,” jelas Sugiyono.

Dijelaskan, pihaknya juga sudah mengirim surat penolakan penutupan perlintasan dan kesediaan memasang palang pintu sebagai bentuk pengamanan ke Kementerian Perhubungan. Surat tersebut ditembuskan kepada sejumlah instansi seperti Bagian Pemdes Pemkab Grobogan, DPRD Grobogan dan Dishub Grobogan.

Di dalam surat termuat penolakan penutupan itu sekaligus permintaan izin kepada Direktur Keselamatan DJKA Kemenhub untuk melegalkan palang pintu yang dibuat secara swadaya oleh warga.

“Kami berharap pihak Kementrian Perhubungan segera memberikan izin mengelola palang pintu. Kami juga minta jadwal kereta yang akan melintas, agar punya petunjuk penutupan,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

DPC PDIP Kudus Buka Penjaringan Calon Bupati

Selengkapnya →