Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pati Segera Punya Wisata Flying Fox untuk Pertama Kalinya



Reporter:    /  @ 13:32:53  /  15 Juli 2017

    Print       Email

Pengelola Bukit Pandang, Krisno (dua dari kanan) bersama tim provider outbond sedang melakukan survei untuk instalasi flying fox. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Potensi pariwisata di Kabupaten Pati kian menggeliat beberapa waktu terakhir. Di antara indikasinya adalah, Pati bakal memiliki wahana wisata flying fox untuk kali pertama. Flying fox yang menghubungkan dua bukit Pegunungan Kendeng setinggi 200 meter di atas permukaan laut (mdpl) diperkirakan membentang sepanjang 150 meter.

Travelers dijadwalkan sudah bisa menggunakan wahana baru ini pada 17 Agustus 2017. Wahana itu akan melengkapi kawasan wisata Bukit Pandang Ki Santamulya, Desa Durensawit, Kecamatan Kayen. Pengunjung bisa menguji adrenalin sekaligus merasakan sensasi “terbang” di antara dua bukit dengan panorama bagai surga.

Pengelola Bukit Pandang Ki Santamulya, Krisno sudah menyiapkan investasi senilai Rp 100 juta untuk membuat flying fox. Wahana yang akan menjadi andalan baru wisata “bukit pandang” tersebut diharapkan bisa melejitkan potensi dan kekayaan alam di Kabupaten Pati.

“Di Pati kan belum ada flying fox. Kami sampai harus menjual mobil untuk anak saya supaya bisa membangun flying fox, demi kemajuan wisata di Pati. Kami ingin menyuguhkan eksotisme pegunungan Kendeng kepada wisatawan,” ucap Krisno, Sabtu (15/7/2017).

Ada dua lintasan flying fox yang akan dibangun. Pertama, lintasan yang menghubungkan dua bukit dengan ketinggian ekstrem. Kedua, lintasan dengan ketinggian sedang.

Tak tanggung-tanggung, sling lintasan yang akan digunakan mampu menahan beban hingga 16 ton dengan sling backup yang bisa menanggung beban 14 ton. Pengelola menjamin keamanan flying fox tersebut, karena instalasi lintasan dilakukan ahli yang sudah tersertifikasi.

Provider outbond, Prapto Nugroho yang melakukan survei tempat tersebut sudah menyiapkan instalasi dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Mereka yang akan mengoperasionalkan flying fox kepada pengunjung.

“Prinsip kami untuk instalasi ini adalah safety yang baku dan nomor satu. Kami tidak akan bernegosiasi untuk masalah safety dan kenyamanan pengunjung. Kami benar-benar akan menyuguhkan wisata adrenalin yang luar biasa di sini,” tuturnya.

Menurutnya, sensasi flying fox yang akan segera launching di Bukit Pandang tidak kalah dengan flying fox di Umbul Sidomukti, Semarang. Rencananya, tiket untuk lintasan ekstrem dibanderol dengan harga Rp 15 ribu per orang.

Sementara lintasan dengan ketinggian sedang dibanderol Rp 10 ribu per orang. Tiket tersebut di bawah harga flying fox standar Rp 20 ribu. Tujuannya untuk mengakomodasi pengunjung lokal agar bisa menikmati flying fox dengan tiket yang terjangkau.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Jepara Hari Ini

Selengkapnya →