Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Dintanpan Rembang Turun Tangan Telusuri Dugaan Pungli Bantuan Alsintan



Reporter:    /  @ 18:18:13  /  14 Juli 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang telah menelusuri serta mengkroscek dugaan pungutan liar bantuan alat dan mesin pertanian terhadap kelompok tani yang berada di Desa Nglojo, Kecamatan Sarang.

“Kamis (13/7/2017) kemarin, salah satu mantri pertanian sudah ke sana,” ujar Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Alat Mesin Pertanian pada Dintanpan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, traktor tersebut juga masih berada di tangan pengelolanya. Yakni atas nama Bakri. Sedangkan, pengelola mengaku telah memberikan atau dipungut uang sebesar Rp 8 juta kepada seseorang yang mengaku bernama Yoni melalui AR, salah seorang anggota BPD Nglojo.

“Informasinya itu memang itu Pak Abdur Rozak narik ke Pak Bakri yang mengelola traktor bantuan. Sebelumnya ia ditelepon oleh seseorang yang mengaku bernama Yoni,” beber Ika mengutip keterangan dari mantri pertanian yang menelusuri dugaan pungli tersebut.

Informasi lainnya yang ia terima, bahwa dari uang sebesar Rp 8 juta tersebut, satu juta rupiah di antaranya digunakan guna biaya operasional yang belum jelas operasional siapa. Namun untuk  yang Rp 7 juta sisanya diserahkan oleh AR kepada Yoni yang meminta uang ganti bantuan.

“Tidak jelas itu siapa (Yoni). Mungkin ada yang muter ke daerah, tarik-tarik mencatut nama Pak Bupati atau siapa. Kemungkinan besar itu yang merusak suasana. Sebelumnya memang ada seseorang minta data (penerima bantuan, red.) kita kasih,” katanya.

Sementara itu, pihaknya juga mengimbau kepada kelompok untuk tidak serta merta melayani permintaan uang dari seseorang mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Rembang. Sehingga di saat ada kejadian semacam itu, maka bisa dikonfirmasi terlebih dahulu dengan mantri tani atau pihak Dintanpan setempat. Terlebih bisa datang bertanya atau berkonsultasi kepada dinas yang menangani itu tanpa kecuali.

“Sebab, prosedur itu, hanya membuat proposal resmi dari kelompok tani terkait. Setelah itu diteken oleh mantri tani dan kepala desa setempat untuk diajukan ke Dintanpan untuk kami teruskan ke Pak Bupati. Dan itu tanpa pungutan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kasus pungutan liar terhadap bantuan traktor bagi kelompok tani di Desa Nglojo, Sarang kini ditangani oleh Tim Saber Pungli. Tim masih mendalami peran AR sekaligus aliran uang pungli yang jumlahnya lumayan besar tersebut.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Udang Marguensis Diklaim Lebih Tahan Penyakit

Selengkapnya →