Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Perbaikan Jalan Rusak ke Waduk Kedungombo Grobogan Dianggarkan Rp 19 Miliar



Reporter:    /  @ 17:01:42  /  14 Juli 2017

    Print       Email

Warga melintasi jalan rusak menuju objek wisata Waduk Kedungombo, Grobogan, yang dalam waktu dekat akan segera diperbaiki. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rencana perbaikan jalan menuju obyjek wisata Waduk Kedungombo di Kecamatan Geyer akan segera terwujud. Dalam waktu dekat, paket pekerjaan perbaikan jalan akan dilelangkan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kartosuro-Surakarta Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Tengah Marjono mengatakan, perbaikan ruas jalan tersebut dianggarkan sekitar Rp 19 miliar. Total panjang jalan yang bakal diperbaiki sekitar 23,5 kilometer.

Dijelaskan, paket pekerjaan perbaikan jalan tersebut akan dilelang pada bulan ini. Perbaikan jalan akan dibagi dalam beberapa paket. Jalan rusak diperbaiki dengan cara pengaspalan ulang dan sebagian menggunakan cor beton.

“Tidak bisa cor beton semua karena anggarannya tidak mencukupi. Kita harapkan ada ada rekanan yang menawar lelang, sehingga pekerjaan bisa dilaksanakan tahun ini juga,” katanya.

Dari survei yang sudah dilakukan, jalan yang paling rusak masuk wilayah Kecamatan Juwangi, Boyolali. Kemudian, ruas jalan yang melintasi Kecamatan Geyer, Grobogan dan Sumberlawang, Sragen kondisinya juga rusak dan terdapat rekahan di tengah jalan.

Beberapa waktu sebelumnya, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, perbaikan jalan rusak itu sudah lama dinantikan warga. Mengingat butuh dana besar dan status jalan bukan milik kabupaten, ia sempat mengajukan permohonan bantuan perbaikan jalan langsung pada Presiden Joko Widodo. “Saya sudah meminta bantuan pada pak Presiden Joko Widodo untuk perbaikan jalan

Menuju Kedungombo ketika ada pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu. Nanti, pihak Kementerian PUPR yang akan menangani perbaikannya,” jelasnya.

Selain menuju lokasi wisata, jalan tersebut juga jadi jalur alternatif menuju Sragen, Solo dan Boyolali. Saat jalur utama Purwodadi-Solo ada proyek perbaikan atau kemacetan, banyak kendaraan roda empat yang memilih lewat jalan ini.

Jalan tersebut sebagian besar membelah kawasan hutan KPH Gundih. Informasinya, jalan ini dibangun bersamaan dengan pembangunan waduk sekitar tahun 1991. Sampai saat ini, ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Nonton Karnaval, Bupati Grobogan Dibikin Kaget dengan Penampilan Kabag Pemdes

Selengkapnya →