Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

JPU Tuntut 7 Bulan Penjara untuk Terdakwa Kasus Intimidasi Terhadap Wartawan 



Reporter:    /  @ 19:01:15  /  13 Juli 2017

    Print       Email

Saksi kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan saat disumpah ketika akan menyampaikan kesaksian di dalam persidangan beberapa waktu lalu.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sidang lanjutan kasus intimidasi terhadap wartawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Kamis (13/7/2017). Suryono (30), pegawai PLTU Sluke yang menjadi terdakwa kasus dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tujuh bulan penjara.

Adapun dua orang jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang yang membacakan tuntutan tersebut, yakni Wakhid Adrian dan Muhammad Salahuddin.

Salah satu point yang dalam tuntutan yang dibacakan oleh JPU, yakni hal – hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Adapun pertimbangan yang memberatkan tindakan Suryono telah menghalang -halangi kerja insan pers, sehingga mengakibatkan informasi tidak sampai ke masyarakat.

Di sisi lain, hal-hal yang meringankan, yakni terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa sebagai tulang punggung keluarga, sopan dalam persidangan, menyesali kesalahan dan tidak akan mengulangi lagi.

Sementara itu, pihak JPU juga mengatakan, bahwa perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 18 ayat 1 Undang – Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Setelah mendengarkan tuntutan tersebut, pihak majelis hakim mengagendakan kepada terdakwa untuk membacakan nota pembelaan pada Senin (17/7/2017) pekan depan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang Djamal A. Garhan mengungkapkan, berdasarkan Undang – Undang Pers, negara menjamin kemerdekaan pers, untuk mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi.

“Apabila ada yang sengaja menghalangi atau menghambat, ancaman hukumannya paling lama 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 500 juta. Kalau jaksa hanya menuntut 7 bulan, kami berharap majelis hakim bisa menjatuhkan hukuman setimpal yang tidak mencederai rasa keadilan,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Ratusan Anak Nikah di Grobogan Setiap Tahun

Selengkapnya →