Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Tim Ahli Purbakala Mulai Kaji Penemuan Fosil Stegodon di Banjarejo Grobogan



Reporter:    /  @ 16:00:37  /  13 Juli 2017

    Print       Email

Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Sukronedi (baju biru) saat meninjau lokasi penemuan fosil stegodon di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya penyelamatan temuan fosil gajah purba jenis stegodon di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus mulai dilakukan tim ahli purbakala dari beberapa instansi. Pada tahap awal, tim ahli masih akan melakukan kajian di lokasi penemuan fosil yang berada di areal sawah di Dusun Kuwojo.

“Ada beberapa tahapan yang kita lakukan dalam upaya penyelamatan temuan fosil stegodon. Tahap pertama kita lakukan kajian dulu,” kata Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Sukronedi, Kamis (13/7/2017).

Menurut Sukron, sebelum melangsungkan kajian, pada bulan puasa lalu pihaknya sudah menurunkan tim kecil ke Banjarejo buat melakukan observasi lapangan. Setelah melihat kondisi di lapangan, fosil yang ditemukan ternyata di luar prediksi.

“Ternyata fosil yang sudah terlihat terdiri dari beberapa bagian tubuh satu individu hewan purba. Ini merupakan temuan yang sangat luar biasa. Semula kita perkirakan penemuan fosil biasa seperti sebelumnya,” jelasnya.

Dari observasi lapangan dan data awal yang didapat, tim memutuskan tidak akan buru-buru mengangkat fosil dari dalam tanah. Sebab, tim akan melakukan penelitian dan mengumpulkan banyak data dari lokasi penemuan fosil tersebut.

“Penemuan fosil terbaru di Banjarejo ini sangat istimewa. Di situs Sangiran saja belum pernah ditemukan fosil gajah purba atau stegodon selengkap ini. Sebelumnya, fosil stagodon yang ditemukan cukup lengkap ada di situs Pati Ayam, Kudus,” jelasnya.

 

Sukron menjelaskan, tim yang dikirimkan ke Banjarejo saat ini cukup lengkap dan berasal dari berbagai latar belakang keahlian. Tim ini akan melakukan penelitian, pengkajian, penyelamatan dan mengungkap nilai-nilai penting dari penemuan benda purbakala terbaru yang ada di Banjarejo.

“Kajian dan penelitian kita lakukan sampai September. Untuk pengangkatan fosil kita lakukan pada tahap terakhir setelah kajian dan penelitian rampung,” tambah Sukron.

selain BPSMP, ada instansi lain yang akan mengirimkan tim ahli. Antara lain, Balai Arkeologi Yogyakarta, Balai Konservasi Borobudur, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng. Kemudian, dukungan juga akan diberikan dari Dinas Kebudayaan Jateng, Disporabudpar Grobogan serta komunitas fosil Banjarejo.

 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Udang Marguensis Diklaim Lebih Tahan Penyakit

Selengkapnya →