Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Cerita Konyol Pencuri Kayu Sebelum Dibekuk di Kawasan Hutan KPH Gundih Grobogan



Reporter:    /  @ 18:30:34  /  12 Juli 2017

    Print       Email

Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas dari Perhutani KPH Gundih berhasil menangkap empat orang yang melakukan aksi pencurian kayu jati di kawasan hutan, Selasa (11/7/2017) dini hari. Keempat pelaku adalah Salam, Siswadi, Harto dan Tarmuji yang kesemuanya warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh, Grobogan.

“Jumlah pelaku semuanya ada tujuh orang. Tiga orang lainnya berhasil melarikan diri saat kita sergap,” ungkap Wakil Administratur KPH Gundih Kuspriyadi.

Penangkapan pembalak kayu itu berawal dari informasi yang menyebutkan adanya tujuh orang mencurigakan di kawasan hutan di RPH Ngemplak, BKPH Kuncen, tidak jauh dari Desa Kenteng. Selanjutnya, tim pengamanan hutan melakukan patroli dan pengintaian di sekitar lokasi.

Setelah menyisir kawasan hutan cukup lama, petugas akhirnya memergoki tujuh orang di kawasan hutan. Beberapa orang diantaranya membawa kayu hasil tebangan dengan cara dipikul.

Tanpa buang waktu, petugas langsung menyergap kawanan tersebut. Namun, tiga orang yang bertugas sebagai penebang kayu gagal diringkus karena lari ke kawasan hutan.

Setelah ditangkap, salah seorang pelaku mengatakan, sebagian hasil kayu curian sudah di kumpulkan di sekitar desa Kenteng. Petugas akhirnya berhasil mendapatkan 12 batang kayu berbagai ukuran, kapak yang dipakai menebang pohon dan dua sepeda motor milik pelaku.

“Empat pelaku pencurian kayu yang tertangkap sudah kita serahkan ke Mapolres Grobogan bersama barang buktinya. Hal ini sudah menjadi komitmen kami bahwa apapun bentuknya, pelaku Illegal loging harus di proses secara hukum,” imbuh Kuspriyadi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

30 Lembaga Keuangan Mikro di Grobogan Diverifikasi OJK

Selengkapnya →