Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Bupati Grobogan Minta Instansi Terkait Persiapkan Pembuatan Museum di Banjarejo



Reporter:    /  @ 18:30:23  /  12 Juli 2017

    Print       Email

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menerima kedatangan Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Sukronedi dan rombongan tim ahli purbakala di ruang kerjanya, Selasa (11/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Harapan masyarakat Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus agar didirikan sebuah musem tampaknya makin mendekati kenyataan. Hal itu berdasarkan pernyataan dari Bupati Grobogan Sri Sumarni saat menerima kedatangan Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Sukronedi dan rombongan tim ahli purbakala di ruang kerjanya, Selasa (11/7/2017). Tim ahli ini datang ke Grobogan dalam rangka melakukan kegiatan penyelamatan temuan fosil stegodon di Banjarejo.

“Penemuan benda purbakala dan cagar budaya di Banjarejo sudah tambah banyak. Masalah pembuatan museum harus segera dipersiapkan oleh dinas terkait. Nanti kami minta dari Sangiran untuk ikut membantu mekanisme pendirian museum di sana,” ungkap Sri Sumarni.

Selain dari BPSMP, ada perwakilan instansi lain yang ikut bertemu dengan Sri Sumarni. Antara lain, dariBalai Arkeologi Yogyakarta, Balai Konservasi Borobudur, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng dan Dinas Kebudayaan Jateng. Hadir pula, Kepala Disporabudpar Grobogan Karsono dan Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Keseriusan untuk membuat museum di Banjarejo ditunjukkan bupati dengan meminta ajudannya supaya menghadirkan Kepala Bappeda Anang Armunanto untuk bergabung dalam pertemuan tersebut. Setelah hadir di ruang kerjanya, Sri meminta Anang untuk segera menyiapkan konsep pembuatan museum.

“Saat ini, koleksi benda bersejarah untuk sementara ada di rumah pak kadesnya. Lama-lama pasti rumahnya tidak muat menampung. Untuk itu, butuh tempat penyimpanan yang lebih representatif. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan adalah menyediakan tanahnya dulu dan setelah itu baru dipersiapkan pembuatan gedungnya,” tegas mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi menyambut baik rencana pembuatan museum tersebut. Sebab, potensi benda bersejarah di Banjarejo dinilai luar biasa. Selain, benda peninggalan masa lalu (cagar budaya), banyak pula penemuan benda purbakala.

“Potensi di Banjarejo cukup lengkap. Jadi sangat layak kalau didirikan sebuah museum di sana. Kami dari BPSMP Sangiran tentunya akan memberikan dukungan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Lebih lanjut Sukron menyatakan, proses pendirian Museum Sangiran juga dilakukan cukup panjang. Berawal dari penemuan-penemuan benda purba sejak tahun 1934 yang disimpan di rumah kepala desa. Setelah banyak baru dibuatkan tempat tersendiri dan akhirnya didirikan sebuah museum. Kemudian, pada tahun 2007 museum itu dirombak total dan dibangun sangat besar seperti yang terlihat saat ini.

Sementara itu, Kades Banjarejo Ahmad Taufik merasa gembira dengan respon positif dan dukungan yang diberikan bupati. Menurut Taufik, pihaknya sudah ada pandangan lahan untuk lahan pembuatan museum.

“Di Banjarejo ada tanah cukup luas dengan status GG atau milik negara. Lahan ini nanti bisa digunakan tetapi kita harus mengurus administrasinya lebih dulu,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →