Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

DPRD Pantau Pencairan Dana Bantuan Keuangan Desa di Kudus 



Reporter:    /  @ 18:00:44  /  12 Juli 2017

    Print       Email

Perangkat Desa Pasuruan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus, saat melakukan dialog dengan DPRD setempat di aula balai desa setempat, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPRD Kudus ingin memastikan jika bantuan keuangan bagi pemerintah desa (pemdes) telah diterima. Dewan pun mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah desa, Rabu (12/7/2017).

Diketahui, bantuan keuangan berasal dari APBD Murni 2017.  Masing-masing desa menerima bantuan keuangan dengan jumlah berbeda. Mulai dari kisaran Rp 150 juta-Rp 200 juta.

Komisi A melakukan sidak ke beberapa desa. “Ini merupakan dana dari Pemkab Kudus. Jadi kami ingin memastikan apakah mereka tahu atau tidak. Kalau menerima, apakah mereka tahu pengelolanya,” kata Ketua Komisi A Mardijanto.

Di antara desa yang disidak adalah Desa Gribig, Gebog. Namun di desa itu, DPRD tak menemukan hasil. Sebab, Pemdes Gribig mengaku belum mencairkan bantuan keuangan. Lokasi lain yang mereka sidak adalah Desa Pasuruan Kidul, Kecamatan Jati. Desa tersebut mengaku telah mencairkan dana bantuan keuangan.

Dalam kesempatan itu, DPRD ikut memberikan pengarahan ke pemdes agar bisa mengelola dengan baik bantuan keuangan. “Anggaran untuk bantuan keuangan desa mencapai Rp 4 miliar lebih. Itu diperuntukkan untuk beberapa desa di Kudus,” ungkapnya.

Desa yang telah mencairkan dana bantuan keuangan adalah Pasuruan Kidul, Pasuruan Lor, Loram Wetan, dan Undaan Lor. Sedang desa yang belum mencairkan adalah Gribig, Kaliwungu, Rejosari, Hadipolo, Gondoharum, dan Tanjungrejo.

Ketua DPRD Kudus Mas’an yang juga ikut sidak, menyarankan desa yang belum mencairkan dapat segera melakukannya. Karena itu dapat membantu mewujudkan progam desa.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

DPC PDIP Kudus Buka Penjaringan Calon Bupati

Selengkapnya →