Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Kurun 4 Tahun, Aset Eks PNPM di Grobogan Meningkat



Reporter:    /  @ 16:10:21  /  11 Juli 2017

    Print       Email

Pelaku pemberdayaan masyarakat desa se kabupaten Grobogan melangsungkan halal bihalal di gedung SKB Purwodadi, Selasa (11/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah aset eks Program Nasional Pemberdayaan Mandiri (PNPM) di Grobogan mengalami peningkatan cukup signifikan. Dalam kurun waktu hampir empat tahun terakhir, besarnya aset, baik modal bergerak atau tidak bergerak mencapai Rp 112 miliar.

“Sekitar empat tahun lalu aset eks PNPM sekitar Rp 43 miliar. Sekarang sudah naik tiga kali lipat. Hal ini terjadi karena aset eks PNPM ini dikeloka cukup baik sehingga bisa berkembang pesat.,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Grobogan Sanyoto, dalam acara halal bihalal dengan pelaku pemberdayaan masyarakat desa di gedung SKB Purwodadi, Selasa (11/7/2017).

Setelah PNPM berakhir sekitar tahun 2013 lalu, saat ini pengelolaan asetnya masih berjalan dan berada di bawah wewenang Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD). Badan tersebut dibentuk dengan payung hukum berupa peraturan bupati (Perbup). Dibuatnya Perbup itu  karena setelah PNPM berakhir belum ada regulasi dari pemerintah pusat.

Pihaknya mendapatkan informasi terkait aset eks PNPM tersebut bakal ada regulasi pada Desember tahun lalu. Namun sampai lewat tahun regulasinya belum ada. Sanyoto berharap segera mendapatkan petunjuk dari pusat agar pengelolaan aset eks PNPM semakin jelas.

Ketua BKAD Toroh Agus Triyono menyatakan, selama ini, kinerja BKAD mendapat pengawasan cukup ketat, baik internal maupun eksternal. Setiap tanggal 5 digelar audit internal dan sebulan sekali harus melaporkan progres pengelolaan kepada Dispermasdes Grobogan.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

DPC PDIP Kudus Buka Penjaringan Calon Bupati

Selengkapnya →