Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Satpol PP Jepara Sita Lapak PKL 



Reporter:    /  @ 15:45:09  /  11 Juli 2017

    Print       Email

Hasil sitaan Satpol PP dari lapak PKL yang membandel di empat kecamatan yakni Kalinyamatan, Welahan, Ngabul dan Mayong, Selasa (11/7/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto) 

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara menyita lapak pedagang kaki lima (PKL) di empat kecamatan. Hal itu lantaran, pedagang dinilai membandel karena nekat berjualan di atas trotoar. 

Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Anwar Sadat memaparkan, penyitaan dilakukan pada saat giat patroli rutin. Lapak-lapak pedagang yang disita sebelumnya telah diberi surat peringatan hingga tiga kali.

“Meskipun sudah diberikan surat peringatan sebanyak tiga kali, namun mereka masih membandel. Tetap nekat berjualan di atas trotoar. Adapun lokasi penertiban berada di depan Kecamatan Kalinyamatan, area Pasar Mayong, Welahan dan Ngabul,” tuturnya seusai operasi, Selasa (11/7/2017). 

Pada saat penertiban, bahkan petugas menemukan sebuah lapak yang sudah permanen. Sehingga petugas kesulitan saat akan membongkarnya. Menggunakan sebuah truk, Satpol PP Jepara hanya dapat mengangkut sebagian lapak pedangang. Beberapa barang yang berukuran besar seperti gerobak dan sebagainya terpaksa ditinggalkan.

Menurutnya tidak ada perlawanan dari PKL. Hal itu karena, sebagian di antaranya baru menggelar dagangan waktu malam. Ia memaparkan, pihak pemkab sebenarnya telah memberikan toleransi kepada pedagang kaki lima untuk dapat berjualan pada malam hari dengan syarat, lapak harus disingkirkan di siang hari. 

“Mereka melanggar Perda 20/2012 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan. Barang yang kami sita bisa diambil lagi dengan jarak waktu satu minggu,” tambahnya. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Udang Marguensis Diklaim Lebih Tahan Penyakit

Selengkapnya →