Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Mahasiswa UMK Buat Aplikasi untuk Atasi Kredit Macet Koperasi



Reporter:    /  @ 10:30:49  /  11 Juli 2017

    Print       Email

Empat mahasiswa UMK pembuat aplikasi Simako berfoto bersama dengan dosen dan wakil rektor. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) membuat aplikasi untuk mengatasi kredit macet pada anggota koperasi. Mereka adalah Budi Hantomo, Nurul Ismi, Ardi Irfanto dan Tajul Alwi.

Budi mengatakan, aplikasi tersebut diciptakan melalui program kreativitas mahasiswa yang diadakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Dalam uji coba aplikasi, mereka menggandeng Forum Komunikasi dan Kerjasama Koperasi Indonesia (FK3I) Kabupaten Pati.

“Aplikasi ini kami namakan Simako, sebuah aplikasi untuk mengatasi kredit macet pada koperasi. Untuk memudahkan pengguna, aplikasi ini berbasis pada mobile,” ucap Budi.

Simako sendiri diambil dari kata Sistem Informasi Anggota Koperasi. Cara kerjanya, anggota koperasi bisa mengecek seseorang yang memiliki kredit macet di suatu koperasi yang juga memiliki Simako.

Dengan cara itu, sebuah koperasi tidak perlu repot mencari informasi nama-nama yang memiliki track record kredit macet pada koperasi tertentu. Cukup mencari nama pada aplikasi Simako berbasis online, data kredit macet akan segera diketahui.

“Uji coba pertama kami terapkan di Kabupaten Pati. Kami menggandeng FK3I. Jika di Pati nanti jalan, baru kami akan sosialisasikan ke daerah lain, kalau perlu secara nasional,” kata Budi.

Hanya saja, aplikasi itu akan berfungsi dengan baik bila semua koperasi memiliki Simako secara bersamaan. Sebab, pemilik Simako bisa memasukkan data kredit macet yang bisa diakses semua pemilik aplikasi.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus dimanfaatkan dengan baik. Pegawai koperasi yang ingin mengetahui kredit macet tidak perlu mencari informasi secara manual yang butuh waktu cukup lama.

Dengan Simako, pegawai koperasi cukup memasukkan nama, kemudian muncul keterangan apakah nama tersebut mengalami kredit macet di koperasi lain atau tidak. Aplikasi ini diharapkan bisa mengantisipasi kredit macet yang berpotensi merugikan koperasi.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Mulai Beralih Fungsi, Anggota Dewan Soroti Penggunaan GOR Simpanglima Purwodadi

Selengkapnya →