Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

12 Warga Grobogan Idap Penyakit Kaki Gajah Kronis



Reporter:    /  @ 22:00:46  /  7 Juli 2017

    Print       Email

Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) di kantor Dinas Kesehatan Grobogan, Jumat (7/7/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Sejauh ini sudah cukup banyak warga Grobogan yang menderita penyakit kaki gajah atau filariasis. Data dari Dinas Kesehatan Grobogan menyebutkan, saat ini  jumlah penderita kronis kaki gajah sebanyak 12 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Lely Atasti menyatakan, situasi penyakit filariasis di sampai dengan tahun 2017 menyebar pada delapan kecamatan. Yakni, Kecamatan Tegowanu, Gubug, Pulokulon, Ngaringan, Tawangharjo, Geyer, Godong dan Gubug.

Ditetapkannya Kabupaten Grobogan sebagai daerah endemis filariasis berdasarkan hasil survei darah jari di Kecamatan Tawangharjo, Geyer, dan Pulokulon. Dalam survei itu ditemukan angka mikrofilaria rate (mf rate) lebih dari 1 persen.

Sementara batas angka mf rate harusnya kurang dari 1 persen. Artinya dari 100 orang yang diambil sampel, ditemukan 1 orang positif darahnya mengandung mikrofilaria.

“Terkait kondisi ini, saya mengajak semua kalangan berkomitmen dan meningkatkan kepedulian kita terhadap pemberantasan penyakit kaki gajah,” katanya saat pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) di kantor Dinas Kesehatan Grobogan, Jumat (7/7/2017).

Lely menyatakan, kesehatan merupakan hak azasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber daya manusia yang memiliki kontribusi positif untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Oleh karena itu, menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

Dewasa ini, Indonesia menghadapi beban ganda (double burden) dalam pelayanan kesehatan. Yaitu, keadaan di mana penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan yang penting dan secara bersamaan angka morbiditas dan mortalitas penyakit tidak menular juga makin meningkat.

Ancaman penyakit menular bersumber binatang berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Penyakit menular tropik terabaikan menjadi prioritas untuk dituntaskan pada tahun 2020 antara lain, penyakit kaki gajah, kecacingan, demam keong, kusta dan patek.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Puluhan Prajurit TNI AD di Pati Dilatih Seni Bela Diri Yongmoodo

Selengkapnya →