Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ini Kata Nelayan Rembang Jika Cantrang Dilarang



Reporter:    /  @ 19:47:57  /  7 Juli 2017

    Print       Email

Ratusan kapal berlabuh di TPI Tasik Agung Rembang. Terkait dengan larangan cantrang, ribuan nelayan rembang sepakat untuk menolaknya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Nelayan Rembang menolak keras kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan menghapus alat tangkap cantrang.

Hal tersebut dinilai sebagian nelayan Rembang justru membuat angka kemiskinan di Rembang bakal meningkat. Pasalnya, rata-rata warga Rembang berpencaharaian sebagai nelayan.

“Bila cantrang ini dihilangkan, maka kemiskinan di Rembang bakal meningkat. Sebab bila cantrang ini dihapus, maka ribuan orang akan menganggur. Dan nantinya pendapatan sulit didapat, kemiskinan pun bisa meningkat,” ujar Yono, salah satu paguyuban nelayan di Rembang.

Menurutnya, Rembang terkenal dengan wilayah pesisir dan berpantai. Sehingga, kehidupan warga Rembang juga banyak yang menggantungkan dari hasil alam yang ada di laut.

“Coba bayangkan garis pantai mulai dari perbatasan Pati-Kaliori hingga Sarang-Tuban itu sekitar 60 km. Banyak orang yang menggantungkan hasil laut. Dan jika cantrang ini dilarang, maka warga Rembang akan banyak yang nganggur,” ungkapnya.

Nelayan, katanya, juga akan terus mengupayakan penolakan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan melarang alat tangkap cantrang.

“Kita kemarin sudah membentuk posko pengaduan nelayan saat arus mudik di depan Kantor Bupati Rembang. Dan hasilnya pun positif. Semua kalangan mendukung nelayan ini supaya tidak dirugikan oleh kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

30 Lembaga Keuangan Mikro di Grobogan Diverifikasi OJK

Selengkapnya →