Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Terdakwa Kasus Dugaan Kekerasan Terhadap Wartawan Berikan Keterangan Berbelit di Persidangan



Reporter:    /  @ 17:41:39  /  6 Juli 2017

    Print       Email

Saksi saat disumpah ketika akan menyampaikan kesaksian di dalam persidangan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sidang lanjutan kasus dugaan kekerasan terhadap wartawan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rembang, Kamis (06/072017).

Agenda sidang yang keenam kalinya ini, masih mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa Suryono, warga Desa Grawan, Kecamatan Sumber, Rembang, yang merupakan karyawan PLTU Sluke.

Saat ditanya majelis hakim, terdakwa mengakui membawa handphone salah seorang wartawan yakni milik Tri Bekti Wisnu Aji, usai Wisnu mengambil gambar proses evakuasi pekerja PLTU yang mengalami kecelakaan kerja dan mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, pada Kamis (18/8/2016).

Dalam versinya, terdakwa menyebut, jika itu membawa bukan menyita. Karena, saat itu katanya sudah meminta secara baik-baik handphone tersebut dari pemiliknya. Nantinya HP tersebut akan dikembalikan setelah proses evakuasi selesai.

Dirinya juga menegaskan, jika tidak pernah HP milik wartawan yang dibawanya itu. Meskipun, dalam persidangan sebelumnya, Wisnu mengatakan jika semua file foto saat peliputan pada saat itu hilang. Selain itu, Wisnu juga menyatakan dirugikan, karena tidak dapat membuat berita tanpa foto hasil reportase.

“Saya tidak pernah mengutak-atik atau membuka HP milik Wisnu atau pencet-pencet sekalipun. Saya hanya fokus pada evakuasi rekan saya, yang terkena luka bakar,” jelasnya di depan hakim.

Ketika Ketua Majelis Hakim Antyo Harri Susetyo menanyakan korelasi antara evakuasi dan mengembalikan handphone wartawan sampai harus menunggu setelah proses evakuasi selesai, terdakwa beralasan bahwa ia membawa HP wartawan hanya untuk mendapatkan izin pemiliknya.

“Tadi suadara menerangkan kalau saudara fokus ke evakuasi. HP akan dikembalikan setelah evakuasi. Nah, pertanyaan saya, korelasinya apa, kenapa kok evakuasi harus membawa HP wartawan. Kok tidak dikembalikan, kan hanya evakuasi?” tanya Ketua Majelis Hakim.

Mendapat pertanyaan seperti itu, terdakwa menjawab, jika dirinya sudah mendapatkan izin. “Karena saya sudah mendapatkan izin dari pemiliknya. Ya saya berharap HP-nya saya bawa, posisi di situ kan biar evakuasinya lancar, dan biar dia (Wisnu) memberikan penjelasan kepada teman-temannya sesama wartawan,” kata terdakwa.

Sementara itu, Muntoyo alias Dicky Prasetya wartawan POP FM yang merupakan saksi, dalam persidangan membenarkan jika ada suara seruan pengeroyokan dan pembunuhan. Bahkan salah seorang ada yang menyampaikan  ancaman tidak akan bertanggung jawab, jika ada apa-apa dengan para wartawan jika tetap melakukan pemotretan.

Muntoyo menambahkan, jika terdakwa ikut terlibat melarang dan menghalangi peliputan yang dilakukan sejumlah wartawan, pada tanggal 18 Agustus 2016  silam.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kemunculan Bunga Bangkai di 4 Kecamatan Bikin Geger Warga Grobogan

Selengkapnya →