Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pungutan SD 5 Jepang Kudus Ini Berganti Nama jadi Uang Amal



Reporter:    /  @ 18:00:32  /  6 Juli 2017

    Print       Email

Sekretaris Disdikpora Kudus Kasmudi saat melakukan mediasi antara SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Disdikpora Kudus telah menelusuri kasus pungutan liar di SD 2 Jepang, SD 4 Jepang, dan SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo.

Diketahui, pungutan tampak dari surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala SD 5 Jepang, Sukmo Aning Lestari. Dalam surat nomor 005/34/13.10.08/2017 tanggal 15 Juni 2017, disebutkan pungutan atas dasar kesepakatan SD 2,4 dan 5 Jepang yang memang berada dalam satu kompleks.

  Baca jugaSurat Iuran di SD Kudus Bikin Disdikpora Penasaran

Peruntukannya adalah untuk membangun lapangan voli. Berdasarkan musyawarah tiga kepala SD tersebut, biaya perbaikan lapangan voli menelan anggaran Rp 23,7 juta. Setiap siswa dibebani iuran Rp 50 ribu.

Sekretaris Disdikpora Kasmudi mengatakan, dari hasil pertemuan sekolah dan wali murid menyepakati jika iuran itu berganti nama menjadi uang amal atau sedekah. Orang tua juga tidak keberatan.

“Tadi sudah saya mediasi​, mereka ingin membantu dan beramal untuk sekolah. Sehingga, uang yang sudah terlanjur diberikan kepada sekolah tidak diambil. Melainkan digunakan sebagai amalan dan sedekah,” katanya usai mediasi dengan wali murid dengan pihak SD, di Kudus, Kamis (6/7/2017).

Kendati demikian, sekolah dilarang melakukan hal tersebut lagi. Mengingat pemkab sudah mengalokasikan dana yang tidak sedikit. Termasuk untuk membenahi fasilitas dan keperluan siswa.

Berdasarkan pantauan, pengerjaan lapangan voli sudah mulai dikerjakan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Ini Jadwal Pemadaman Listrik di Jepara Hari Ini

Selengkapnya →