Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Surat Iuran di SD Kudus Bikin Disdikpora Penasaran



Reporter:    /  @ 17:00:46  /  5 Juli 2017

    Print       Email

Surat Edaran (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah SD di Kudus melakukan penarikan pungutan liar kepada siswanya. Sekolah itu adalah SD 5 Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Penarikan itu tertera di surat edaran yang ditandatangani Kepala SD 5 Jepang, Sukmo Aning Lestari. Dalam surat nomor 005/34/13.10.08/2017 tanggal 15 Juni 2017, disebutkan pungutan atas dasar kesepakatan SD 2,4 dan 5 Jepang yang memang berada dalam satu kompleks.

Peruntukannya adalah untuk membangun lapangan voli. Berdasarkan musyawarah tiga kepala SD tersebut, biaya perbaikan lapangan voli menelan anggaran Rp 23,7 juta. Setiap siswa dibebani iuran Rp 50 ribu.

Pihak SD sampai sekarang belum bisa dikonfirmasi. Ketika didatangi wartawan, hanya tampak penjaga sekolah.

Sekretaris Disdikpora Kudus, Kasmudi mengatakan, pihaknya akan menelusuri info itu. Sebab yang jelas, sekolah dilarang melakukan pungutan, tanpa persetujuan komite.

“Dalam waktu dekat ini akan kami telusuri. Jika memang terbukti adanya iuran, maka kami akan menindak sebagaimana mestinya,” katanya kepada wartawan.

Kasmudi menjelaskan, apapun bentuknya, hal tersebut dilarang. Karena, semua fasilitas sudah dipenuhi oleh pemerintah, baik daerah hingga pusat.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

30 Lembaga Keuangan Mikro di Grobogan Diverifikasi OJK

Selengkapnya →