Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Jumlah Pasien RSUD Rembang Alami Lonjakan Usai Lebaran



Reporter:    /  @ 19:32:50  /  5 Juli 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah Lebaran, RSUD dr. R. Soetrasno Rembang tercatat merawat sebanyak 257 pasien rawat inap. Jumlah tersebut melonjak sebanyak 124 pasien, yang semula pada hari H Lebaran hanya merawat sebanyak 133 pasien.

“Dari sejumlah 257 tersebut, rata-rata pasien yang mengalami diare, asma, demam dan kecelakaan lalu lintas,” kata Laksmi Iwan, Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

Selain pasien rawat inap, yang meningkat juga ada pasian rawat jalan.  Dari data yang ada, sejak 1 Juli 2017 hingga saat ini, jumlah pasien rawat jalan tercatat pada kisaran angka 200-400 orang.

“Jumlah pasien baik yang rawat inap maupun rawat jalan, sempat mengalami penurunan pada masa menjelang Lebaran, di antaranya karena pasien meminta pulang paksa,” ungkapnya.

Katanya, pasien rawat inap pada 23 Juni 2017 tercatat 169 pasien, maka pada 24 Juni 2017, jumlahnya tinggal 144 pasien, dan turun lagi menjadi hanya 133 pasien pada hari H Lebaran.

“Kalau yang rawat jalan, menjelang Lebaran hingga 27 Juni, jumlah pasiennya berkisar antara 103-176 pasien, lalu sempat turun menjadi 94 pasien pada 28 Juni 2017. Tetapi sejak 1 Juli sampai hari ini melonjak menjadi di kisaran 200-400 orang,” bebernya.

Sementara itu, dari meningkatnya pasien rawat inap setelah Lebaran, mengakibatkan ruang perawatan di rumah sakit tersebut penuh. Laksmi menyebut, saat ini ruang yang kosong, tinggal Flamboyan dan Norton.

“Saat ini, dari 257 pasien, masih ada sembilan pasien yang menunggu kamar kosong sehingga masih dirawat di IGD. Karena sembilan pasien itu tergolong dewasa, maka kami tidak bisa gegabah memasukkannya di ruang perawatan anak (Flamboyan, red.),” jelasnya.

Sementara itu, saat disingung mengenai perawatannya, pihak rumah sakit menyatakan berusaha menjaga mutu pelayanan proporsional dengan hanya menampung 20-22 pasien di tiap ruang dan jumlah perawat yang disesuaikan.

“Kalau shift pagi memang perawatnya banyak antara 5-6 orang, tapi pada shift siang dan malam hanya 3 orang perawat. Kalau jumlahnya melebihi batas rata-rata kasihan pasien dan perawatnya juga,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Nonton Karnaval, Bupati Grobogan Dibikin Kaget dengan Penampilan Kabag Pemdes

Selengkapnya →