Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Warga Katong Grobogan Demo Tolak Penutupan Perlintasan KA



Reporter:    /  @ 17:00:30  /  5 Juli 2017

    Print       Email

Puluhan warga Desa Katong, Kecamatan Toroh membentangkan spanduk berisi penolakan penutupan perlitasan sebidang kereta api. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aksi demo mewarnai sosialisasi rencana penutupan perlintasan sebidang kereta api di Dusun Jetis, Desa Katong, Kecamatan Toroh, Grobogan. Puluhan warga menggelar aksi penolakan saat acara sosialisasi bersama tim dari Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementerian Perhubungan yang dilangsungkan di Balai Desa Katong, Rabu (5/7/2017).

Sejumlah warga terlihat ada yang membawa spanduk berisi alasan-alasan penolakan tersebut. Selama sosialisasi di balai desa, terdengar suara penolakan yang dilontarkan warga.

Hadir dalam sosialisasi tersebut, Direktur Keselamatan Direktorat Jenderal Kereta Api (DJKA) Kementrian Perhubungan Edi Nursalam dan Asisten II Pemkab Grobogan Ahmadi Widodo. Hadir pula sejumlah pihak terkait seperti Kepala Dishub Grobogan Agung Sutanto, anggota Komisi C DPRD Grobogan Agus Dwi Priyanto, Kasatlantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa dan Muspika Toroh.

Rencana penutupan perlintasan tanpa palang itu seiring terjadinya kecelakaan maut di lokasi tersebut beberapa waktu lalu. Dalam peristiwa itu, sebuah mobil Avanza tersambar kereta api saat akan menyeberangi lintasan. Empat penumpang mobil tewas dalam kejadian itu.

Penutupan dijadwalkan usai Lebaran tepatnya tanggal 19 Juli 2017. Hal itu sesuai dengan pengumuman berbentuk spanduk yang dipasang di perlintasan sebidang tersebut, beberapa waktu lalu.

“Terus terang bakal ditutupnya perlintasan ini bikin resah. Soalnya, ini menjadi akses transportasi vital bagi warga sini. Khususnya, warga di Dusun Ketanggan yang ada di selatan rel,” kata Suharto, warga setempat.

Penutupan perlintasan bukan jadi solusi terbaik untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Menurut warga, solusi paling pas adalah membangun palang pintu di perlintasan tersebut.

“Sejak dulu, warga sudah mengusulkan agar dibuatkan palang pintu. Tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Pembuatan palang saya kira jadi solusi paling bagus,” imbuh Hartono, warga lainnya.

Pejabat Kepala Desa Katong Sugiyono mengatakan, banyak warga merasa keberatan dengan penutupan perlintasan. Bahkan, pihaknya telah mengirimkan keberatan melalui surat kepada Direktur Keselamatan DJKA Kemenhub.

“Perlintasan itu punya banyak manfaat bagi warga. Baik, dari sisi ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Jadi, tidak bisa serta merta ditutup tetapi harus dicarikan solusi,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Udang Marguensis Diklaim Lebih Tahan Penyakit

Selengkapnya →