Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Warga Tlogowungu Pati Ciptakan Beras Hibrid Setara Organik



Reporter:    /  @ 11:42:34  /  5 Juli 2017

    Print       Email

Teguh menunjukkan beras hibrid setara organik ciptaannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Terobosan menakjubkan di bidang pertanian dilakukan Teguh Wikan Widodo, warga Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Alumnus UIN Malang ini menciptakan beras hibrid yang setara dengan beras organik.

Berbekal probiotik dengan sistem fakultatif, Teguh berhasil menciptakan beras sehat yang kaya akan bakteri lactobacillus. Bakteri ini baik untuk kesehatan, terutama meningkatkan daya imunitas tubuh seseorang.

Teguh mengaku, temuannya itu dilakukan bersama salah satu dosennya di UIN Malang setelah memiliki banyak pengalaman di sebuah perusahaan di Amerika Serikat. Kini, temuannya itu akan didaftarkan hak kekayaan intelektual (HAKI) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Saya banyak pengalaman menimba ilmu di sebuah perusahaan besar di Amerika Serikat. Sepulang di Indonesia, saya kemudian mencoba mengembangkan beras hibrid yang menyehatkan, setara dengan beras organik,” ucap Teguh saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Senin (3/7/2017).

Menurutnya, beras jenis apapun, meski dikembangkan dengan sistem konvensional menggunakan pestisida dan pupuk anorganik bisa disulap menjadi beras organik. Sebab, beras hibrid ciptaannya mengandung bakteri selulotik Cellulomonas.

Bakteri tersebut mampu mengikat racun dan logam pada beras yang dikembangkan secara anorganik. Hasilnya, logam dan racun yang menempel pada beras dapat dieliminir sehingga beras hibrid buatannya setara dengan beras organik.

Cara yang dilakukan pun cukup mudah. Teguh hanya menyemprotkan cairan mikroba pada beras dengan dosis yang tipis. Sebanyak 40 cc air dicampur dengan 10 cc prebiotik yang lantas disemprotkan pada beras.

Dalam waktu 24 jam, beras yang disemprotkan cairan mikroba tersebut sudah bisa dimasak. Meski dimasak hingga matang, mikroba tidak akan mati karena tahan pada suhu hingga 180 derajat celcius.

Kini, beras hibrid buatan Teguh sudah dikirim ke sejumlah kota besar seperti Jakarta. Dalam seminggu, pesanannya yang dikirim ke Jakarta mencapai 8.000 kilogram beras.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →