Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Jalan Mulai Diperbaiki, Pengunjung Air Terjun Widuri Meningkat



Reporter:    /  @ 19:30:46  /  4 Juli 2017

    Print       Email

Pengunjung menikmati suasana objek wisata air terjun Widuri di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi orang selama momen Lebaran hingga masa liburan sekolah saat ini adalah air terjun Widuri di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo. Pada momen Lebaran, pengunjung yang datang di lokasi wisata di kawasan hutan KPH Purwodadi itu hampir mencapai 300 orang tiap hari.

“Dibandingkan sebelumnya, Lebaran kali ini memang cukup ramai orang yang berkunjung di air terjun Widuri. Sampai saat ini masih banyak yang datang karena anak sekolah belum masuk. Tetapi jumlahnya tidak seramai saat momen Lebaran,” kata pegawai Perhutani KPH Purwodadi Agus Winarno, Selasa (4/7/2017).

Salah satu penyebab naiknya minat orang berkunjung ke air terjun Widuri adalah akses jalan yang mulai diperbaiki. Dari pantauan di lapangan, ada ruas jalan sepanjang 1 km yang dicor beton.

Lokasinya berada di kawasan hutan dan pengerjaannya baru mencapai 50 persen. Tahun sebelumnya, sudah ada beberapa ruas jalan menuju objek wisata yang perbaiki dengan konstruksi beton.

Selain warga Grobogan, banyak pula orang dari luar daerah yang berkunjung ke lokasi wisata alam tersebut. Salah satunya adalah Suparno, warga asal Purwodadi yang sudah menetap di daerah Grogol, Jakarta Barat. “Saya kesini sama istri, anak, menantu, cucu dan keponakan sebanyak 17 orang. Saya nyarter mini bus kesini,” katanya.

Beberapa tahun lalu, dia sempat punya rencana untuk berkunjung ke Widuri bersama keluarganya. Namun, setelah mendengar kabar jalannya rusak parah, rencana itu batal diwujudkan. “Sudah lama saya pingin ngajak keluarga kesini. Tapi baru kesampaian sekarang,” katanya.

Ia menyatakan, lokasi air terjun Widuri dinilai masih tetap alami. Hampir sama dengan yang dilihatnya pada sekitar 20 tahun lalu, sebelum merantau ke Jakarta.

 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Taman di Jepara Tak Representatif

Selengkapnya →