Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pilot Helikopter Basarnas yang Celaka di Temanggung Sempat Mengitari Kampung dari Udara



Reporter:    /  @ 17:06:33  /  3 Juli 2017

    Print       Email

Kades Pulorejo Rama Sujatmo (baju hitam) sempat foto bareng Haryanto dan kedua orang tuanya saat helikopternya mendarat pertengahan bulan Ramadan lalu (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meninggalnya Kapten Laut (P) Haryanto menyisakan duka sekaligus kekagetan banyak pihak. Tidak hanya orang tua dan keluarganya saja tetapi juga para tetangganya. Sebab, beberapa hari sebelumnya, mereka masih bertemu dan sempat bercengkerama dengan perwira menengah TNI AL yang dikenal ramah tersebut.

Pada malam takbiran, Haryanto beserta istri dan tiga anaknya pulang ke rumah orang tuanya. Yakni, pasangan Sali dan Marmi yang tinggal di Dusun Pelem Wulung, Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi, Grobogan. Saat Idul Fitri, Haryanto Salat Id di musala yang ada di seberang rumahnya.

“Dia ada di sini sampai Lebaran kedua atau hari Selasa. Hari Selasa sore, dia bersama anak dan istrinya silaturahmi ke rumah saya. Kemudian malamnya pamit mau pulang ke Blora. Saat itu, saya tidak punya firasat apapun,” ungkap Kades Pulorejo Rama Sujatmo yang masih kerabat Haryanto.

Menurut Rama, sejak menikah dengan Khusnul, Haryanto tinggal di Blora. Soalnya, mertuanya memang berasal dari Blora. Meski begitu, Haryanto cukup sering menyempatkan waktu untuk pulang menengok orang tuanya.

“Haryanto ini anak pertama dari dua bersaudara. Semuanya laki-laki. Adiknya, masih kuliah di Semarang. Kalau orang tuanya hanya petani biasa,” jelas Rama.

Dua hari sebelum mengalami, Haryanto yang membawa helikopter sempat melintas di langit kampung halamannya pada Jumat (30/6/2017) pagi. Saat itu dia dalam perjalanan dari kesatuannya Skuadron 400 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) dari Surabaya ke Semarang dalam rangka diperbantukan tugas pengamanan Idul Fitri.

Helikopter sempat terlihat terbang rendah dan mengitari kampung halamannya. Warga setempat sudah paham jika ada helikopter yang terbang rendah pasti ada Haryanto di dalamnya.

Dari keterangan warga, pada pertengahan bulan Ramadan lalu, Haryanto bahkan sempat mendaratkan helikopter di lapangan Desa Pulorejo yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah orang tuanya. Saat mendarat, kedua orang tuanya sudah menyambut di pinggir lapangan. Selain itu, banyak pula warga setempat yang juga ikut menyaksikan.

“Saya waktu itu juga ikut menyambut di lapangan. Tapi cuma sebentar saja. Setelah itu, helikopter terbang lagi,” pungkas Rama.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Ada Peraturan Baru, Penghasilan Anggota DPRD Grobogan Bakal Bertambah

Selengkapnya →