Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini Dia Sejarah Tradisi Lomban Jepara yang Wajib Kamu Tahu



Reporter:    /  @ 12:59:27  /  2 Juli 2017

    Print       Email

Para nelayan dan warga ikut memeriahkan pesta lomban Jepara, Minggu (2/7/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Hari Raya Lebaran di Jepara tak hanya dirayakan pada tanggal 1 Syawal. Tujuh hari berselang, pesta berlanjut dengan tradisi syawalan yang dirayakan dengan pembuatan penganan tradisional kupat-lepet dan pesta Lomban. Lalu bagaimana sejarah tradisi tersebut bermula?

Sumber literatur yang diperoleh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara menyebut, tradisi lomban telah berlangsung pada paruh kedua abad XIX. Hal ini sesuai dengan tulisan pada majalah bertajuk Slompret Melayu yang terbit pada 12 dan 17 Agustus 1893. 

Gunungan Kupat Lepet Lomban Jepara Ludes Diserbu Warga dalam Hitungan Menit

Adapun tradisi larung kepala kerbau dimulai sekitar tahun 1920, saat Kelurahan Ujung Batu dikepalai oleh Haji Sidik. Pada masa itu, sebelum tumbal kepala kerbau dilarung, akan didoakan oleh pemuka agama setempat. Lantas, para nelayan akan mengangkat sesaji tersebut keatas kapal dan diantar ke tengah laut, menuju Teluk Jepara. 

Di tengah laut, sesaji itu akan dilempar dan diperebutkan oleh para nelayan. Sesuai kepercayaan, mereka yang berhasil mendapatkan kepala kerbau tersebut akan mendapatkan kemudahan rezeki dari Tuhan. 

Kasi Penangkapan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Paat Efendi mengatakan, dulu pada tahun 1970an, partisipasi nelayan sangat tinggi. Hal itu karena, semua persiapan, dari akhir hingga selesai dilakukan oleh mereka. 

“Namun sekarang nelayan hanya sebagai penonton saja. Keterlibatan nelayan dalam proses persiapan menurun. Namun dari sisi peserta ada sekitar 200 kapal yang mengikuti acara tersebut,” tuturnya. 

Meriah, Pesta Lomban Jepara Diikuti Ratusan Nelayan dan Warga

Dikatakannya, hingga kini masyarakat nelayan masih percaya ketika mengikuti lomban akan mendapatkan kelimpahan rezeki. “Harapannya kedepan keterlibatan nelayan bisa lebih ditingkatkan,” ungkapnya.

Kini tradisi lomban di Jepara tak hanya dinikmati warga Kelurahan Ujung Batu saja. Event tersebut, saat ini menjadi daya tarik wisata yang digarap secara serius oleh Pemda Jepara.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Ini Dia Sejarah Tradisi Lomban Jepara yang Wajib Kamu Tahu

Selengkapnya →