Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Penjual Janur dan Ketupat Mulai Menjamur di Pasar Rembang



Reporter:    /  @ 18:45:54  /  30 Juni 2017

    Print       Email

Jelang kupatan banyak warga berburu janur untuk digunakan membuat ketupat. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Menjelang lebaran ketupat (kupatan), kini sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Rembang mulai dipenuhi para pedagang janur maupun selongsong ketupat musiman.

Selain para pedagang dadakan, penjual sembako di pasar juga memanfaatkan momen ini untuk ikut berburu keuntungan. Mereka juga ikut berjualan janur dan selongsong ketupat.

Salah seorang penjual janur asal Kedungrejo, Rembang Haryati (50) mengaku, sudah tiga Lebaran ini ia menjual janur dan ketupat kosong. “Penghasilannya lumayan. Meskipun hanya musiman saja,” katanya, Jumat (30/6/2017).

Untuk satu ikat berisi 10 lembar janur dijual atara Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu. Sedangkan ketupat kosongan satu ikatnya yang berisi 10 biji dihargai Rp 10an ribu.

Perempuan yang kesehariannya bekerja sebagai petani tersebut sudah menjual janur menjelang Lebaran ketupat sejak Kamis kemarin mulai dari pagi hingga siang.

Alhamdulillah, sejak dua hari ini bisa menjual sebanyak 50an ikat janur dan 17an ikat ketupat. Ya itung-itung buat tambahan penghasilan,” ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai stok janur dan ketupat kosongan tersebut, ia mengaku bahwa bahan baku tersebut ia dapatkan dari wilayah Blora. “Saya beli dari seseorang yang mempunyai pohon kelapa,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Kantor KPU Grobogan Dilengkapi Rumah Pintar Pemilu, Ini Tujuannya

Selengkapnya →