Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pemasok Daging Gelonggongan Diamankan Petugas Disnakkan Grobogan



Reporter:    /  @ 14:00:16  /  22 Juni 2017

    Print       Email

Daging gelonggongan yang berhasil disita tim gabungan dari pemasok asal Boyolali di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan didukung instansi terkait lainnya, melangsungkan razia daging gelonggongan, Kamis (22/6/2017) dini hari. Dalam kegiatan ini petugas berhasil mengamankan lebih dari 100 kg daging gelonggongan.

Daging gelonggongan yang difatwakan haram oleh MUI itu ditemukan dari dua pemasok asal Boyolali, di sekitar Jalan Diponegoro, Purwodadi sekitar pukul 04.30 WIB. Daging tersebut dibawa pemasok dengan sepeda motor untuk dikirimkan pada pedagang daging di Purwodadi.

Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto menyatakan, total daging yang diamankan sebanyak 172,9 kg. Terdiri dari 20 kg daging dan lainnya berupa jeroan.

“Kami berhasil mengamankan dua pemasok daging gelongongan. Total daging  dengan total berat daging sebanyak 172,9 kilogram dengan kadar air sekitar 80%,” katanya.

Pekan lalu, pihaknya juga berhasil mengamankan daging gelonggongan saat melangsungkan razia. Masing-masing, sebanyak 209,4 kg milik Tari yang diangkut menggunakan mobil bak terbuka. Kemudian,daging sebanyak 99,7 kg milik Sulistiono yang diangkut pakai motor. Kedua pedagang daging tersebut berasal dari Boyolali.

Menurutnya, selama ini wilayah Grobogan memang jadi salah satu incaran pedagang daging gelonggongan dari luar daerah. Di antara pelakunya ini, merupakan pemain lama yang sudah beberapa kali terkena razia.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui kadar air daging tersebut lebih dari 80 persen. Sementara kadar air normal di bawah 77 persen. Setelah diamankan, daging tersebut selanjutnya dibawa petugas ke kantor Disnakkan untuk dimusnahkan. “Dari hasil pemeriksaan, daging itu dinyatakan semi basah dari proses penyembelihan yang kurang sempurna. Oleh sebab itu, daging tersebut tidak layak diedarkan pada masyarakat,” jelasnya.

Riyanto menambahkan, daging gelonggongan itu dijual sekitar Rp 85-95 ribu per kilo. Harga ini jauh lebih murah dari daging sehat yang berkisar Rp 100-120 per kilo.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Mulai Beralih Fungsi, Anggota Dewan Soroti Penggunaan GOR Simpanglima Purwodadi

Selengkapnya →