Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini Tanggapan Bupati Jepara Soal Mie Berbahan Babi



Reporter:    /  @ 20:32:45  /  19 Juni 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan varian produk mie instan merek Samyang, Ottogi dan Nongshim mengandung fragmen DNA babi. Hal itu tentu menimbulkan reaksi keras dari Pemkab Jepara, yang tidak menginginkan produk tersebut dikonsumsi oleh warganya. 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengaku belum menerima pengumuman resmi dari BPOM, terkait hal itu. Namun demikian, ia telah mengetahui tentang hal tersebut melalui siaran media. 

“Jika ditemukan barang tersebut, tetap bersikap tegas kita karena itu sangat merugikan kepada warga masyarakat, lebih-lebih yang mengandung minyak babi. Karena sebagian besar warga kita adalah Muslim, karena babi digolongkan sebagai hewan yang memiliki najis berat,” kata Bupati Jepara, Senin (19/6/2017).

Marzuqi mengatakan, ia tidak segan melakukan sweeping  terhadap produk yang diduga mengandung bahan yang diharamkan. 

Adapun, produk yang diharamkan adalah  Samyang varian mi instan U-Dong dan rasa kimchi. Untuk produk Nongshim adalah varian rasa Shin Ram Yun Black serta Ottogi mie instan Yeul Ramen. Sementara itu di pasaran, penelusuran yang dilakukan MuriaNewsCom hanya menemukan Samyang rasa ayam pedas dan Nongshim Shin Ramyun.

Namun demikian, sebelum melakukan tindakan lebih lanjut pihak Pemkab Jepara terlebih dahulu akan mewanti-wanti masyarakat lewat surat edaran.

Terpisah, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Slamet Riyanto mengatakan dirinya pun belum menerima surat resmi dari BPOM. 

“Secara prosedur tetap menunggu instruksi dari pusat atau pemprov. Jika sudah ada larangan resmi, maka bisa dilakukan penyitaan,” tutup Slamet.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Mulai Beralih Fungsi, Anggota Dewan Soroti Penggunaan GOR Simpanglima Purwodadi

Selengkapnya →