Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Hingga Kini, Warga Nyamuk Belum Berani Menumpang Kapal Tradisional



Reporter:    /  @ 17:02:51  /  16 Juni 2017

    Print       Email

Kapal tradisional sedang berlabuh di pelabuhan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa menginginkan sosialisasi terkait bolehnya penggunaan kapal tradisional sebagai sarana angkut orang. Hal itu karena, hingga kini pemilik kapal belum berani menaikan penumpang, karena takut dirazia petugas. 

Perlu diketahui, sampai saat ini warga Desa Nyamuk masih kesulitan dalam hal transportasi laut. Lantaran, tidak tersedia angkutan khusus dari pulau Karimunjawa, menuju pulau mereka. Sedangkan untuk menyewa kapal, mereka harus merogoh kocek sampai Rp 700 ribu, pergi pulang. 

Kades Nyamuk Sudarto mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima keterangan dari pemerintah terkait hal itu. Meskipun demikian, dirinya telah mengetahui peraturan itu dari jejaring informasi yang dimilikinya.

“Sejauh ini mereka (pemilik kapal) belum berani menaikan penumpang karena takut dirazia di tengah laut. Tentang sosialisasi kami tetap menunggu hal tersebut, sebab kalau ada larangan (menaikkan penumpang) harus ada solusinya,” katanya, Kamis (15/6/2017).

Sementara itu, seorang pemilik kapal niaga Bahdi menyebut belum tau akan peraturan tersebut. Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada sosialisasi tentang hal itu. 

“Belum tahu. Kita tahunya ya kalau menaikan penumpang dilarang. Kalau dulu tidak apa-apa, tapi sekarang tak boleh,” tuturnya.

Menurutnya, jika peraturan itu diterapkan akan menjadi kabar menggembirakan bagi warga kepulauan. Meskipun demikian, untuk menjadikan kapalnya sebagai murni kapal penumpang tidaklah memungkinkan.

”Kalau menjadi kapal dengan tempat duduk ya berat. Selama ini kalau ada warga yang menumpang ya duduk lesehan,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala UPP Syahbandar Jepara Suripto mengatakan, baru akan melaksanakan sosialisasi pasca lebaran. Hal itu akan dilakukannya, dengan para pengusaha kapal yang ada di Jepara. 

Ia menjelaskan, pengusaha kapal yang akan membuat kapal bisa mengajukan izin kepada Syahbandar. Selanjutnya akan diteruskan ke Dirjen Perhubungan Laut.

“Nanti akan disupervisi dari pusat, untuk kapal yang lama juga harus memberikan kursi penumpang. Kalau namanya kapal penumpang kan harus ada tempat duduknya,” terang Suripto.

Adapun peraturan tentang hal itu, tertuang dalam keputusan Direktorat Jendral Perhubungan Laut Nomor HK.103/2/8/DJPL-17 18 April 2017, silam.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →