Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Bupati Persilakan Kasus Pemukulan Terhadap Guru yang Dilakukan Kepala SMPN 3 Rembang Diproses Hukum



Reporter:    /  @ 14:18:53  /  16 Juni 2017

    Print       Email

Gedung SMPN 3 Rembang. Terkait kasus pemukulan guru oleh kepala sekolah, Bupati Rembang persilakan untuk diproses hukum. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz kecewa atas insiden kekerasan yang terjadi di SMPN 3 Rembang, yang dilakukan kepala sekolah kepada salah seorang guru.

Menurutnya, semestinya tenaga pendidik menjadi panutan, namun yang terjadi justru mencoreng wajah dunia pendidikan, sekaligus mengecewakan masyarakat dan berdampak buruk bagi warga sekolah.

“Terlepas dari faktor apa yang membuat sampai terjadi persoalan itu, kami tidak terima kalau di lokasi sekolahan berbuat seperti itu. Apapun alasannya tidak dibenarkan karena itu akan mencoreng dunia pendidikan,” ujarnya.

Dalam hal mediasi, bupati menyatakan tidak akan proaktif, tetapi diserahkan kepada pihak yang terlibat. Upaya pembinaan tetap dilakukan, sedangkan penyelesaian persoalan ini termasuk jika lewat jalur hukum, pihaknya menyilakan.

“Bilamana mereka tidak mau dimediasi, ya saya minta segera diproses hukum saja. Akan tetapi bila mereka bisa menyelesaikan secara baik baik ya silakan saja,” katanya.

Untuk diketahui, salah satu guru bernama Suharno (54) warga Sumber Mukti, Kecamatan Rembang, yang merupakan guru mata pelajaran PKN di SMPN 3 Rembang mengaku dipukul kepala sekolah di tempat ia mengajar. Akibat pemukulan tersebut, wajah Suharno mengalami memar dan luka robek pada bagian depan telinga kanan.

Akibat pemukulan tersebut, Suharno harus mendapatkan perawatan di UGD RSUD dr Soetrasno Rembang. Kemudian, Suharno juga melaporkan kasus penganiayaan tersebut kepada Polres Rembang.

Menurut Suharno, kejadian pemukulan yang dilakukan kepala sekolahnya tersebut berawal ketika pada Senin (12/6/ 2017) sekitar pukul 08.00 WIB,dirinya sedang mengerjakan edit  foto foto siswa di ruang guru.

“Nah di saat yang sama, kemudian saya mendapat perintah dari kepala sekolah untuk mendampingi siswa apel. Karena pekerjaan ngedit foto juga belum selesai, saya bilang tidak bisa mendampingi anak-anak untuk apel,” paparnya.

Tak lama setelah itu, tiba-tiba kepala sekolah masuk ke ruang guru mendekati dirinya dan langsung  melayangkan bogem mentah secara bertubi-tubi. Akibat pemukulan itu, dahi Suharno memar   dan bagian atas depan  telinga kanan robek.

“Ya hanya dipicu masalah  pendampingan apel siswa  saja Mas. Saya nggak tau tiba- tiba dipukuli secara membabi buta di hadapan 15 guru-guru lain. Saat itu saya  sama sekali tidak melawan karena saya  menghormati pimpinan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, saat kejadian tersebut, juga ada dua orang guru yang berusaha mencegah pemukulan itu dengan cara menghadang kepala sekolah. Namun kepala sekolah masih melakukan pemukukan itu.

“Saat itu, Pak Karto guru olahraga dan Pak Supardan guru agama juga menggondeli pelaku. Namun pelaku masih saja memukuli saya,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →