Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Penuhi Nazdarnya, Mbah Sadimin Berikan Ukiran Akar Kayu Jati ke Bupati Rembang



Reporter:    /  @ 17:00:47  /  9 Juni 2017

    Print       Email

Mbah Sadimin memberikan hadiah kepada Bupati Rembang berupa ukiran akar kayu jati. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Seorang Kakek yang bernama Sadimin memenuhi nazdarnya untuk memberikan kerajinan ukiran dari akar pohon jati kepada Pemkab Rembang melalui Bupati Abdul Hafidz. Akar pohon jati yang diukir logo Pemerintah Kabupaten Rembang dan di sisi lainnya bertuliskan tentang Rembang Madani itu diberikan kepada bupati, setelah orang nomor satu di Rembang itu mengunjungi rumahnya yang berada bilangan jalan Rembang-Blora, tepatnya  di depan pintu masuk Wana Wisata Kartini Mantingan, Rabu (7/7/2017).

Bertemu dengan sosok Abdul Hafidz yang sudah lama ia kagumi, membuat Kakek yang akrab disapa Mbah Dek itu sangat bahagia. Begitupun dengan keluarganya yang ikut bersyukur karena impiannya akhirnya terkabul.

Pria yang sudah berumur 77 tahun itu  mengungkapkan saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang lalu, Ia bernadzar jika Abdul Hafidz menang ingin memberinya cinderamata atau kenang-kenangan. Dan ternyata cinderamata tersebut berbentuk kerajinan ukiran.

Terkait kerajinan tersebut, Kakek yang memiliki tiga orang anak itu menceritakan, semula terbuatnya kerajinan tersebut muncul dari hati. Tidak ada yang meminta ataupun yang memesannya.

“Ini ada tunggak (akar bekas tebangan) ya saya ingin membuat seperti ini. Tidak ada orang yang merintah dan tidak ada yang memesan, pokoknya saya buat saja. Kalo bapak mau, soalnya dirumah saya kok tidak pantas, yang pantas di Rembang,” ungkapnya.

 Akar tersebut di bentuk menyerupai kursi dan diukir di kedua sisinya. Di sisi depan melalui tangannya yang renta terukir logo Pemkab Rembang. Dan di sisi belakang Ia menulis Rembang Madani  beserta kepanjangannya.

Dalam menyelesaikan karyanya, Kakek itu membutuhkan waktu tiga bulan. Mulai mengukir sampai finishing dilakukan dengan tangannya sendiri. Kabar terkait nadzar Mbah Dek tersebut akhirnya sampai ke telinga Plt Camat Bulu Taswadi, dan keinginan warga Mantingan itupun langsung disampaikannya ke bupati, pada hari itu

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz sangat kagum atas cinderamata yang dianggapnya sebagai penghargaan untuk Kabupaten Rembang bukan dirinya sendiri. Ukiran tersebut menjadi motivasi baginya bersama jajaran Pemkab untuk mensejahterakan masyarakat Rembang.

”InsyaAllah penghargaan itu bermanfaat bagi Rembang, bukan untuk saya tapi untuk Rembang. Itu untuk motivasi saya, karena orang yang sudah berusia 70 tahunan masih mempedulikan pemerintahan, ini luar biasa,” ujarnya.

Ukiran tersebut rencananya akan diletakkan di kantor Setda, namun untuk lebih tepatnya bupati masih memikirkannya. Penempatan di kantor Setda juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Rembang selain terkenal dengan kota garam juga kaya akan pohon jati dan ukirannya meskipun tidak sebesar Jepara.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Mulai Beralih Fungsi, Anggota Dewan Soroti Penggunaan GOR Simpanglima Purwodadi

Selengkapnya →