Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Riset Kayu Superhidrofobik, Achmad Solikhin Asal Jepara jadi Calon Doktor Muda



Reporter:    /  @ 12:24:06  /  7 Juni 2017

    Print       Email

Achmad Solikhin (25) warga Desa Jambu Barat, Kecamatan Mlonggo, Jepara, jadi calon doktor muda di bidang kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Achmad Solikhin (25) warga Desa Jambu Barat, Kecamatan Mlonggo, Jepara ini merupakan calon doktor muda di bidang kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Tidak hanya itu, berkat ide “gila” nya tentang penelitian kayu superhidrofobik, ia kini masuk dalam nominasi Schweighofer Prize 2017

Kepada MuriaNewsCom, ia menuturkan rasa syukurnya dapat mengikuti program tersebut. Namun demikian, ia merasa seluruh titel yang kini didapatnya merupakan karunia dari Tuhan.

“Alhamdulillah, semua itu berasal dari Qadarullah (ketentuan Tuhan), itu juga yang menjadi resep keberhasilan saya,” ucapnya, Senin (5/6/2017).

Ia menuturkan, menempuh strata 3 di IPB tanpa melalui jenjang S2 terlebih dahulu. Dia direkomendasikan oleh dosennya mengikuti Program Doktor Sarjana Unggulan atau PSDU. Ia menjalani S1 selama empat tahun dan langsung mengenyam studi S3 di almamaternya.

Menjalani studi S3 ia ternyata harus membuat publikasi internasional. Hal itu mengantarnya mengenyam riset di sebuah universitas di Jepang yakni Shizuoka University.

Dari situ pintu-pintu kesempatan pun terbuka. Ia lantas diundang oleh lembaga internasional untuk mengikuti penghargaan bertajuk Schweighofer Prize 2017, mewakili Shizuoka University. ia dipilih oleh Profesor Suzuki Shigehiko Wakil Rektor universitas tersebut.

Ajang itu adalah sebuah penghargaan kehutanan tingkat Eropa, untuk penemuan inovatif di industri kehutanan. Ia mewakili Asia, dari 36 universitas yang ada di dunia.

Ia diundang oleh Schweighofer Foundation atas penelitiannya bertajuk Superhydrophobic surface of impregnated tropical fast growing tree woods is obtained by means of modifying nano hybrid matrices wit perfluorooctanesulfonyl flouride (PFSOF). Besides a lotus effect, wood stability and bio-preservative properties can be achieved with the inclusion of nanohybrid chitosan and cellulose crystals.

“Riset kayu superhidrofobik atau ultrahidrofobik adalah ide gila yang diajukan dalam nominasi tersebut. Kayu ini tidak tembus air seperti daun talas (lotus effect). Selain itu, kayu ini anti bakteria, jamur, dan rayap dengan modifikasi bahan,” jelas Achmad.

Untuk dapat mendukungnya, cukup klik pada tautan berikut https://www.schweighofer-prize.org/student_award/ dan ikuti langkah selanjutnya. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 20 Juni 2017 mendatang. Dilansir dari situs sumberdaya.ristekditi.go.id, hadiah yang akan diberikan pada pemenang progam ini mencapai Rp 74,4 juta.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kabid Humas Polda Jateng: Polisi Harus Melek Media Sosial

Selengkapnya →