Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

NGERI, Butuh Nyali Besar Jika Ingin Lewati Jembatan di Rejosari Grobogan



Reporter:    /  @ 12:00:36  /  5 Juni 2017

    Print       Email

Seorang pengendara motor dengan santainya menyeberangi jembatan melalui pilar besi yang difungsikan jadi landasan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain jalan, perbaikan sarana jembatan tampaknya juga butuh perhatian lebih dari Pemkab Grobogan. Hal ini seiring banyaknya jembatan yang sudah tidak layak dan butuh sentuhan perbaikan. Salah satunya, jembatan penghubung antar dusun di Desa Rejosari, Kecamatan Kradenan.

Jembatan penguhubung Dusun Ngrowo dengan Gabus ini panjangnya sekitar 30 meter. Sebelumnya, jembatan di atas sungai Ngrowo ini terbuat dari kayu dan sempat beberapa kali hanyut saat banjir.

Sejak beberapa tahun lalu, pihak desa berupaya membuat jembatan permanen dengan konstruksi beton untuk tiang penyangga. Namun, proses perbaikan jembatan akhirnya belum terselesaikan sampai saat ini.

“Pembangunan jembatan itu kita lakukan bertahap karena keterbatasan dana. Saat ini, sudah terbangun tiga pilar penyangga. Setelah itu, akan dipikirkan untuk membuat landasannya,” jelas Kades Rejosari Lapar pada wartawan.

Meski pembangunan belum rampung, namun jembatan itu tetap digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari. Beberapa pilar besi baja panjang untuk sementara difungsikan sebagai landasan.

Namun, tidak semua orang berani melintasi landasan darurat tersebut. Terutama, para pengendara sepeda atau motor. Beberapa orang yang mencoba menyeberangi jembatan dikabarkan sempat kecebur sungai.

“Pilar besinya memang kuat tetapi untuk menyeberangi jembatan butuh nyali besar. Selain itu, saat melintas butuh ketenangan dan keseimbangan karena kanan kirinya tidak ada pagar pengamannya,” kata Tri Arianto, warga Kradenan yang pernah mencoba beberapa kali melintasi jembatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono menyarankan agar pihak desa mengajukan permohonan bantuan khusus ke provinsi untuk perbaikan jembatan. Hal itu bisa dilakukan seperti di Desa Tanjungsari, Kecamatan Kradenan yang dapat bantuan pembangunan jembatan gantung.

“Jembatan itu merupakan aset desa sehingga perbaikan jadi tanggung jawab desa. Namun, pihak desa bisa mengajukan bantuan khusus jika memang kekurangan dana. Nanti akan kita fasilitasi untuk pengajuan bantuan,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Nonton Karnaval, Bupati Grobogan Dibikin Kaget dengan Penampilan Kabag Pemdes

Selengkapnya →