Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Begal yang Tewas Terjatuh ke Dalam Jurang Ternyata Baru 3 Bulan Keluar dari Penjara



Reporter:    /  @ 17:00:05  /  3 Juni 2017

    Print       Email

Agus yang diduga akan melakukan pembegalan tewas terjatuh di dalam jurang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Agus Heri Setiawan (37) alias jabrik, yang diduga akan melakukan pembegalan terhadap pengemudi truk, ditemukan tewas di jurang saat berusaha melarikan diri dari kejaran polisi. Agus ditemukan di jurang, di kawasan Desa Langgar, Kecamatan Sluke, Rembang pada Jumat (2/6/2017).

Agus yang merupakan warga Dukuh Kauman, Desa Karangturi, Kecamatan Lasem ini, ternyata baru sekitar tiga bulan keluar dari penjara karena kasus penganiayaan. “Dia barusan keluar dari penjara lantaran kasus penganiayaan terhadap warga Selopuro, Lasem, Maret lalu,” ujar Kasatreskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka.

Sementara itu, satu rekan Agus yang juga ikut dalam dugaan tindakan pembegalan, yakni Rohmad, juga pernah merasakan penjara beberapa waktu lalu. Rohmat yang merupakan warga Desa Soditan, Kecamatan Lasem, tersangkut kasus pencurian.

Untuk diketahui, peristiwa upaya pembegalan terjadi ketika truk bernomor BD 8653 KE yang dikemudikan oleh Suparman warga Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, dengan tujuan Bengkulu-Surabaya, melintas di pertigaan lampu merah Lasem.

Ketika di tempat ini pada Jumat (2/5/2017), sekitar pukul 21.15 WIB, truk bermuatan perabotan rumah tangga tersebut tiba-tiba dipepet dua orang yang mengendarai sepeda motor jenis RX King bernomor polisi K 4555 KE.

Pengendara sepeda motor tersebut meminta agar truk yang dikendarai Suparman itu berhenti. Namun oleh Suparman, tak mau menghentikan kendaraannya, karena curiga pengendara tersebut akan melakukan tindakan kejahatan.

“Mereka itu sampai empat kali menghentikan saya, tapi saya tak mau berhenti. Karena saya curiga mereka ini akan bertindak jahat. Sebab, di bagian belakang pinggang mereka saya melihat sesuatu yang menonjol seperti celurit,” ujar Suparman.

Meski terus dipepet, namun sopir tersebut terus melajukan kendaraannya, hingga akhirnya sampai di Mapolsek Sluke. Suparman akhirnya turun dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi yang berjaga.

Mendapatkan laporan tersebut, polisi jaga yakni Bripka Didik dan Bripka Dodik lalu melakukan pengejaran terhadap pelaku dengan menggunakan mobil police backbone dengan ditemani sopir truk untuk menunjukkan arah pelaku.

Dalam pengejaran tersebut, yang awalnya pelaku kabur ke arah timur, tiba-tiba berbalik arah, dan polisi dan pelaku berpasasan di wilayah Jati Sari. Melihat pelaku, kemudian polisi langsung menggejar polisi

“Ketika berpasasan di Jatisari, kita sempat memberhentikannya sebanyak dua kali. Yakni di depan SD dan BRI. Tapi, pelaku tak menghiraukan kami, dan justru terus melajukan kendaraannya dengan kencang,” kata Bripka Didik.

Tak mau buruannya hilang, polisi juga tancap gas, dan sempat menghadangnya di pertigaan Sluke, yakni arah Desa Langgar. Polisi pun meminta keduanya berhenti, namun tetap tak dihiraukan pelaku. Hingga akhirnya, polisi dapat menghentikan keduanya di area Gapura Desa Langgar. Kedua pelaku pun turun dari kendaraan.

“Satu dari pelaku yakni Agus, turun dan tiba-tiba menodongkan celurit kepada kami, dan berupaya mendekati kami untuk membacok. Tapi kami tak gentar. Saya pun kemudian memberikan tembakan peringatan ke atas,” imbuh Bripka Didik.

Saat ada tembakan peringatan itu, Agus langsung melarikan diri sambil melemparkan senjatanya. Ketika berlari itu, tak disangka oleh Agus, ternyata di depanny ada jurang, sehingga terjatuh ke jurang dan akhirnya meninggal.

Sementara itu, pelaku lainnya atas nama Rahmad dapat ditangkap polisi dengan tanpa perlawanan. Di sisi lain, jasad Agus yang terjatuh ke jurang dapat ditemukan polisi pada Sabtu (3/6/2017) dini hari.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Bupati Grobogan Minta Pendataan Gedung Sekolah Rusak Segera Dilakukan

Selengkapnya →