Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Bayi dengan Kelainan Tempurung Kepala Asal Kragan Rembang Ini Butuh Uluran Tangan



Reporter:    /  @ 17:00:01  /  2 Juni 2017

    Print       Email

Anak bayi perempuan dari pasangan muda Ahmad Mamduhin (27) dan Siti Munawaroh (26) warga Desa Tegalmulyo RT 2 RW 1 Kecamatan Kragan. (Istimewa)

Anak bayi perempuan dari pasangan muda Ahmad Mamduhin (27) dan Siti Munawaroh (26) warga Desa Tegalmulyo RT 2 RW 1 Kecamatan Kragan. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Seorang bayi perempuan lahir sekitar pukul 02.00 WIB di Puskesmas Plawangan, Kragan, Rembang, Sabtu (27/5/2017). Namun sayang, bayi ini lahir dengan kondisi tempurung kepala yang tidak normal.

Orang tua bayi Ahmad Mamduhin (27) dan Siti Munawaroh (26) warga Desa Tegalmulyo RT 2 RW 1 Kecamatan Kragan mengaku terkejut melihat kondisi bayinya yang mengalami kelainan tempurung kepala bagian belakang tersebut.

Kondisi tempurung kepala bagian belakang sang bayi sangat lunak. Akibatnya, organ kepala belakang bayi tersebut keluar, lantaran kulit tidak mampu menahannya.Terdapat tonjolan seperti daging yang menonjol keluar.

Dengan kondisi semacam itu, pihak puskesmas tempat dilahirkannya bayi tersebut pada Sabtu paginya segera merujuk ke RSUD dr R Soetrasno Rembang. Namun dari  hasil pemeriksaan, pihak RSUD Rembang tidak sanggup menanganinya, lantaran butuh penanganan dengan alat medis yang lebih memadai. Akhirnya bayi dirujuk ke Rumah Sakit dr Karyadi Semarang. 

Setelah diperiksa oleh dua dokter bedah Rumah Sakit Karyadi, kelainan tempurung pada bayi tersebut ternyata butuh tindakan operasi. Pihak  rumah sakit pun menyanggupi untuk tindakan operasi, namun, dengan menggunakan jaminan biaya di muka sebesar Rp 50 juta.

Mengetahui biaya operasi mencapai Rp 50 juta, dan harus dibayar di muka, ayah sang bayi syok. Karena, pihak keluarga juga sama sekali tidak memiliki uang sebesar itu. Dan jika harus mengumpulkannya, tentu butuh waktu bertahun-tahun, mengingat dia hanya buruh di sebuah toko buah di Surabaya. 

“Saya akan tetap  berusaha mencari pinjaman  untuk biaya operasi, tapi hingga kini belum dapat. Harapannya anak saya kuat, kasihan Mas harus cepat ditangani dan dioperasi. Saya akan terus berusaha mengumpulkan uang,” ucapnya.

Kondisi tersebut semakin terjepit, lantaran Mamduhin dan istrinya belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Di sisi lain, untuk membuatnya, dirinya terkendala persyaratan, karena ia belum memiliki kartu keluarga sendiri dan masih tergabung dengan orang tuanya masing-masing.

“Saya ingin secepatnya mengurus kartu keluarga. Setelah saya cari kartu keluarga asli milik orang tua saya, ternyata hilang. Saat ini saya hanya bisa pasrah dan berharap ada jalan keluar terbaik,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Nonton Karnaval, Bupati Grobogan Dibikin Kaget dengan Penampilan Kabag Pemdes

Selengkapnya →