Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Warga Pulau Nyamuk Menanti Solusi Kapal Pengangkut Penumpang



Reporter:    /  @ 18:03:33  /  27 Mei 2017

    Print       Email

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Keluhan warga Desa Pulau Nyamuk,Kecamatan Karimunjawa, Jepara, terkait pelarangan menumpang kapal dagang belum memperoleh solusi nyata. Sejauh ini, pihak bersangkutan yakni Polres Jepara baru akan menyampaikan unek-unek tersebut kepada Polda Jateng.

Hal itu disampaikan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. Menurutnya, ia telah menerima keluhan tersebut.”Kami sudah menerima laporannya. Kebijakan tersebut bukan dari kami, melainkan dari atasan. Menindaklanjuti hal itu, kami akan segera melaporkannya ke pimpinan kami,” janji Kapolres Jepara.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Pulau Nyamuk mengeluh karena dalam kurun sebulan terakhir mereka dilarang menumpang kapal niaga bila ingin menuju Ibu Kota Jepara. Jika nekat, mereka pasti akan dirazia oleh pihak Polair yang ada di sekitar Pulau Panjang.

Kepolisian mengimbau warga dari tempat tersebut, menggunakan kapal khusus penumpang yang tersedia di Pulau Karimunjawa.

“Padahal, biaya untuk menuju Pulau Karimunjawa ke Jepara dari Pulau Nyamuk dan sebaliknya membutuhkan biaya tak sedikit, sekitar Rp 700 ribu. Sedangkan bila menumpang kapal dagang hanya Rp 50 ribu. Warga kami kan tak semua berpunya,” kata Kades Nyamuk Sudarto. 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, saat ditanya terkait hal itu mengaku belum mengetahuinya. Namun demikian, ia berjanji segera menuntaskannya.

“Kami belum menerima. Laporan terkait masalah itu. Tapi pemkab tetap akan melakukan penyikapan. Jika dipersulit kan kasihan warga juga,” ucapnya.

Ia mengatakan, Pemkab Jepara sebentar lagi akan mengadakan kapal khusus pengangkut BBM pada warga kepulauan. Namun untuk kapal penumpang pihaknya mengakui memang belum ada.

“Untuk itu, kami minta bantuan ke gubernur bagi warga Pulau Karimunjawa. Sebab dulu untuk fasilitas kapal penumpang pernah dijanjikan pada masa pemerintahan provinsi ketika dipimpin Bibit Waluyo. Namun karena ia tidak menjabat lagi, hingga sekarang belum ada realisasi,” tambahnya. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Mulai Beralih Fungsi, Anggota Dewan Soroti Penggunaan GOR Simpanglima Purwodadi

Selengkapnya →