Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Melihat Budidaya Lele dengan Media Biomaksi yang Dikembangkan Polres Rembang



Reporter:    /  @ 13:00:25  /  27 Mei 2017

    Print       Email

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto meninjau kolam lele dengan sistem biomaksi di halaman belakang Mapolres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Program inovatif kembali dilakukan oleh Polres Rembang. Di bawah arahan Kapolres AKBP Sugiarto, polres mengembangkan budidaya lele dengan menggunakan media biomaksi. Lokasinya berada di halaman belakang Mapolres Rembang.

Budidaya lele dengan sistem Biomaksi yang dilakukan oleh jajaran Polres Rembang merupakan pylot project dari Polda Jawa Tengah. Di mana, budidaya lele tersebut nantinya juga dapat dijalankan anggota polisi saat sudah melepas jabatannta atau pensiun.

Sistem biomaksi merupakan budidaya lele dengan menggunakan kolam buatan dari terpal, besi yang dibentuk melingkar yang berdiameter sekitar 2,5 meter dan tinggi sekitar 150 centi meter.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, pihak Polres Rembang yang pertama kali membuat budidaya lele biomaksi. Terlebih budidaya jni juga sebagai pylot project jajaran polres yang ada di Jawa Tengah.

Kolam lele dengan sistem biomaksi ini, diyakini tidak membutuhkan waktu lama untuk panen. Pasalnya rata- rata makanan yang diberikan ke ikan tersebut murni dari bahan organik.

“Pakannya saja organik, ramah lingkungan. Berbeda dengan dengan sistem manual. Ikan tersebut bisa dikasih bangkai ayam, dan lainnya. Dan nantinya bisa dipanen 2 atau 3 bulan ke depan,” paparnya.

Dia melanjutkan, panennya bisa cepat atau bisa cepat besar karena ruang gerak lelenya tidak terpatok dengan sudut kolam. “Kalau kolam berbentuk segi empat, gerak dari lele itu bisa terbatas. Sedangkan bila berbentuk melingkar seperti jni, gerak lelenya bisa tak terbatas. Dan tidak serta merta terpatok pada sudut kolam,” bebernya.

Menurutnya, satu kolam sistem biomaksi yang dimiliki Polres Rembang ini diisi dengan bibit lele sebanyak 3 ribu ekor.

Kemudian, kolam ini juga dilengkapi dengan sistem pembuangan airnya. Dengan sistem ini, air yang ada di kolampun tidak dapat mengeluarkan bau amis atau sejenisnya.

Sementara itu, mengenai modal awal, pihaknya mengutarakan bahwa untuk satu kolam memerlukan modal sekitar Rp 5 juta. “Modal awalkan memang banyak. Membeli bibit alat kolam dan lainnya. Bila nanti sudah panen dan akan memulai lagi, pastinya akan menghabiskan modal minimal,” ucapnya.

Dia menambahkan, dengan adanya budidaya lele inilah nantinya para anggota polisi yang memang sudah pensiun bisa mengembangkannya di rumah.”Sehingga mereka bisa mempunyai tambahan penghasilan, kesibukan dan bisa mempunyai usaha,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

DPC PDIP Kudus Buka Penjaringan Calon Bupati

Selengkapnya →