Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ini Sebabnya Kenapa Penutupan Lokalisasi Dorokandang Molor



Reporter:    /  @ 09:04:33  /  25 Mei 2017

    Print       Email

Plt Sekdes Dorokandang Arianto menunjukan baliho yang terpasang di lokalisasi Dorokandang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Molornya penutupan lokalisasi di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem,Rembang disebut-sebut lantaran para pekerja sek komersial (PSK) rata-rata terbelit utang.

Hal itu diungkapkan oleh Plt Sekdes Dorokandang Arianto oleh media pada Rabu (24/5/2017). “Sebenarnya penutupan itu juga sudah muncul pada tahun tahun lalu. Namun para PSK di sini meminta waktu lagi supaya diundur. Sebab mereka rata-rata mempunyai tanggungan utang di koperasi,” katanya.

Dari informasi yang ada, utang di koperasi tersebut digunakan untuk buka warung yang ada di area lokalisasi tersebut. “Mereka utang ke koperasi atau perbankan itu untuk modal usaha warung. Sebab, warung itu sebagai penarik minat bagi pengunjung lokalisasi,” bebernya.

Oleh sebab itu, dengan adanya tanggungan modal usaha atau utang di koperasi itulah, pihak pekerja yang ada di tempat tersebut meminta waktu penutuan dapat diundur.

“Rata-rata dari 14 rumah yang dijadilan lokalisasi itukan dalamnya ada warungnya. Baik warung kopi atau sekadar minuman ringan,” paparnya.

Di sisi lain, ia juga berharap supaya penutupan lokalisasi yang akan dilakukan pada 27 Juni 2017 mendatang dapat mendatangkan efek positif bagi warga.

“Kalau penutupan itu, nantinya khusus mucikarinya bakal diikutkan pelatihan membatik. Sebab ke 14 mucikari itu warga Dorokandang. Sedangkan PSK-nya bakal dipulangkan ke wilayahnya masing-masing yang ada di luar Rembang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →