Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Anggota Wantimpres Disambati Petani Grobogan Masalah Harga Panen Kedelai



Reporter:    /  @ 22:00:44  /  24 Mei 2017

    Print       Email

Petani kedelai melangsungkan pertemuan dengan anggota wantimpres Jan Darmadi bersama rombongan di Balaidesa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (24/5/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah petani mengeluhkan anjloknya harga kedelai ketika panen raya. Hal itu disampaikan petani saat melangsungkan pertemuan dengan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jan Darmadi bersama rombongan di Balai Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (24/5/2017). Pertemuan dengan petani yang dilakukan setelah rombongan melangsungkan kunjungan di Rumah Kedelai Grobogan itu dipandu Kepala Dinas Pertanian Edhie Sudaryanto.

“Kami minta supaya pemerintah memperhatikan harga kedelai, khususnya saat panen raya. Soalnya, kalau pas panen harganya pasti anjlok,” kata Darwoto, salah seorang petani kedelai.

Dijelaskan, saat panen kedelai tahun lalu, harganya berkisar Rp 5.800 hingga Rp 6.500 per kilogram. Dengan harga seperti itu, petani mengaku hanya dapat keuntungan minim karena ongkos produksinya cukup besar.

Para petani menyatakan, mereka masih bisa mendapat sedikit keuntungan karena produktivitas kedelai yang dihasilkan sangat tinggi. Yakni, tiap hektare bisa mencapai produksi 3,2 ton untuk kedelai varietas Grobogan.

“Idealnya, harga kedelai lokal bisa seimbang dengan harga kedelai impor. Yakni, di kisaran Rp 8.000 per kilo,” tegasnya.

Jika harga panen tidak menguntungkan, para petani lama-lama akan enggan lagi menanam kedelai. Mereka lebih memilih menanam komoditas lain yang biaya produksinya relatif rendah, seperti jagung.

Sekretaris Wantimpres IGK Manila menyatakan, tujuan utama ke Grobogan adalah dalam rangka membahas permasalahan produksi dan tata niaga cabai serta kedelai. Dalam kunjungannya ini, pihaknya juga menyertakan tim kajian pembangunan pertanian berbasis kerakyatan dan partisipatif di pedesaan.

“Kami kesini memang dalam rangka mencari masukan langsung dari petani. Khususnya, petani kedelai dan cabai. Hasil kajian yang kita dapat nanti akan kita sampaikan langsung pada Bapak Presiden Joko Widodo sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan,” jelasnya.

Usai bertemu dengan petani kedelai, masih ada satu agenda lagi yang dilakukan anggota Wantimpres dan rombongan. Yakni, melangsungkan pertemuan dengan petani cabai di Desa Trisari, Kecamatan Gubug.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →