Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Rombongan Wantimpres Blusukan Lihat Proses Pembuatan Tempe Higienis di Rumah Kedelai Grobogan



Reporter:    /  @ 21:00:58  /  24 Mei 2017

    Print       Email

Anggota Wantimpres Jan Darmadi bersama rombongan melihat proses pembuatan tempe higienis di Rumah Kedelai Grobogan (RKG), Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Usai menggelar pertemuan dengan Bupati Grobogan Sri Sumarni, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jan Darmadi bersama rombongan sempat mampir di Rumah Kedelai Grobogan (RKG) milik dinas pertanian setempat, Rabu (24/5/2017). Agenda utamanya adalah melihat proses pembuatan tempe higienis yang saat ini jadi produk andalan di RKG. Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto serta anggota DPRD Budi Irawan terlihat mendampingi rombongan wantimpres selama di RKG.

Saat berada di ruang produksi tempe higienis, rombongan wantimpres juga sempat blusukan hingga ruang belakang. Yakni, tempat pencucian dan merebus kedelai sebelum dikemas dalam plastik.

Mereka tampak serius menyimak penjelasan dari pegawai RKG mengenai proses pembuatan tempe dari awal hingga akhir. Beberapa orang di antaranya bahkan sempat meminta penjelasan lebih detil mengenai proses pembuatan tempe yang berasal dari bahan kedelai varietas Grobogan tersebut.

“Ternyata untuk bikin tempe prosesnya cukup rumit juga. Tapi, saya kagum dengan produksi tempe higienis ini,” kata Sekretaris Wantimpres IGK Manila.

Kekaguman rombongan wantimpres makin bertambah setelah diajak singgah di resto yang ada di RKG tersebut. Sebab, berbagai jenis makanan dan minuman yang disajikan pada rombongan, semuanya berbahan utama kedelai.

“ini luar biasa dan sangat kreatif sekali. Semua makanan atau minuman rasanya enak, Ternyata kedelai bisa diolah untuk berbagai jenis hidangan,” imbuh Manila.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, selama ini, sudah banyak pihak yang datang ke RKG untuk belajar. Mulai dari proses penanaman dan perawatan kedelai sampai produksi hasil panen.

“Tidak hanya dari daerah sekitar saja yang sudah berkunjung kesini. Tetapi, banyak juga yang datang dari luar Jawa. Seperti NTT, Jambi, dan Kalimantan,” jelasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kabid Humas Polda Jateng: Polisi Harus Melek Media Sosial

Selengkapnya →