Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Polres Rembang Ungkap Praktik Pembuatan Uang Palsu saat Kawal Eksekusi Rumah



Reporter:    /  @ 18:46:17  /  24 Mei 2017

    Print       Email

Uang palsu yang ditemukan dari rumah milik Sumani. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Kepolisian Resor Rembang mengungkap praktik pembuatan uang palsu ketika mengawal eskekusi sebuah rumah pada Rabu (24/5/2017) siang.

Terungkapnya kasus ini, berawal ketika juru sita dari Pengadilan Negeri (PN) Rembang hendak mengeksekusi sebuah rumah milik Sumani, warga RT 3 RW 1 Desa Sluke, Kecamatan Sluke, Rembang.

Sumani merupakan nasabah kredit macet BRI Cabang Rembang dengan besaran Rp 350 juta pada sekitar tahun 2010.

Karena tidak bisa menutupi kewajibannya itu, akhirnya agunan milik Sumani berupa rumah dilelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Semarang. Rumah itu jatuh pada Japari, warga setempat.

Japari, kemudian mengajukan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Negeri Rembang. Eksekusi terhadap rumah tersebut, sempat berlangsung ricuh.Pihak keluarga Sumani dan massa sempat melakukan perlawanan.

Dari pantauan MuriaNewsCom, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto tampak turun tangan melakukan pengamanan eksekusi, guna mengatasi ricuh dan ketegangan meluas.

“Sebelum kita eksekusi dan mengeluarkan barang-barang keluar rumah, kita foto-foto dulu ruang per ruang. Kita temukan ruang bawah di bawah tanah,” kata Jatmiko, salah seorang juru sita dari PN Rembang.

Menurutnya setelah diperiksa dengan pengawalan petugas kepolisian, di ruang bawah tanah berkedalaman sekitar tiga meter, ditemukan uang palsu cetakan baru, berikut printer, dan alat cetakan cukup besar dengan berat satu ton.

“Tadi uang palsu berikut yang sudah dicetak dibawa ke Mapolres, termasuk Pak Sumani. Selebihnya saya tidak tahu, termasuk berapa jumlah uang palsu yang disita. Yang jelas pecahan 100.000-an, alat cetakan masih di bungker dan belum bisa dikeluarkan,” bebernya.

Kepala Urusan Bina Operasi Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang Iptu Edy Sismanto membeberkan, hasil penyelidikan sementara, Sumani mengelak telah mencetak uang palsu, tetapi pihak kepolian tidak begitu saja percaya.

“Kami masih dalami dulu motif mencetak uang palsu tersebut, termasuk apakah uang palsu tersebut sudah beredar atau belum beredar, serta sudah diedarkan kemana kalau sudah beredar. Nanti perkembangannya kami sampaikan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Terpeleset, Penjaga Pintu Bendung Klambu Grobogan Hanyut di Sungai Lusi

Selengkapnya →