Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

2 Saksi Mangkir Dalam Sidang Lanjutan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan di Rembang



Reporter:    /  @ 16:58:41  /  24 Mei 2017

    Print       Email

Sidang lanjutan terhadap kasus intimidasi wartawan oleh pegawai PLTU Sluke Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sidang lanjutan terhadap kasus intimidasi wartawan oleh pegawai PLTU Sluke kembali digelar di Pengadilan Negeri Rembang, Rabu (24/05/2017) siang.

Namun dalam persidangan tersebut, ada tiga saksi yang dipanggil tidak hadir di persidangan. Dua saksi mangkir tanpa alasan, sedangkan satu saksi lainnya dalam kondisi sakit dan terbaring di rumah sakit.

Persidangan persidangan tersebut, seharusnya dijadwalkan akan menghadirkan 6 orang saksi. Hanysa saja sampai sidang berakhir, hanya tiga saksi yang memberikan kesaksian. Sehinga sidang dilanjutkan Selasa, 30 Mei 2017 mendatang.

Adapun dua saksi yang tak hadir adalah Tri Bekti Wisnu Aji dari Radar Kudus dan Heru Budi Santoso dari Radio CB FM Rembang. Sementara saksi yang sakit yaitu Muntoto alias Diky Prasetya dari Radio Pop FM Rembang.

Dari 6 saksi yang diundang atas permintaan pengadilan, hanya tiga orang yang hadir, di antaranya, Sarman Wibowo dari Semarang TV, Setiawan, satpam rumah sakit, serta Adi Tri Arifin, customer service RSUD Rembang.

Dalam kesempatan itu, dari unsur wartawan yang hadir memberikan keksaksian yakni Sarman Wibowo dari Cakra Semarang TV membeberkan sejumlah fakta, terkait penghalang-halangan terhadap kerja wartawan, yang dilakukan pegawai PLTU Sluke.

Di dalam persidangan, dirinya menyebut, jika Suryono (terdakwa) dan satu rekannya sedang melakukan penghalangan terhadap dirinya, saat akan melakukan peliputan peristiwa kecelakaan kerja di PLTU Sluke, yang korbannya sudah dievakuasi ke UGD RSUD Rembang pada bulan Agustus 2016 lalu.

“Ketika itu, saya baru datang, lalu  saya bertanya namun gak ada yang jawab. Setelah itu saya mencari tau sendiri. Justru di situ saya langsung dihadang dua orang. Dan didorong-dorong, sambil berkata kamu gak punya keluarga, gak boleh,” jelasnya di hadapan majelis hakim.

Sementara itu, Customer Service RSUD Rembang Adi Tri Arifin yang dihadirkan sebagai saksi membenarkan, jika ada suara seruan “hoi-hoi” pada segerombolan orang yang mengundang perhatian.

“Saya waktu itu masih di dalam, dan mendengar suara yang agak ramai, dan saya keluar saking penasarannya,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kabid Humas Polda Jateng: Polisi Harus Melek Media Sosial

Selengkapnya →