Loading...
You are here:  Home  >  Opini Warga  >  Artikel ini

Mewujudkan Kudus Bebas Demam Berdarah



Reporter:    /  @ 15:32:38  /  24 Mei 2017

    Print       Email

 

Intan Puteri Yokebeth, Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

SIAPA yang tidak mengenal penyakit demam berdarah dengue (DBD)? Penyakit yang telah lama menghantui masyarakat karena dapat mengancam jiwa. Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegepty. Virus tersebut disalurkan melalui aliran darah manusia setelah nyamuk yang terinfeksi virus demam berdarah dengue menggigit manusia.

Penyakit DBD biasanya ditandai dengan demam, lemah, gelisah, nyeri pada ulu hati disertai tanda perdarahan dikulit berupa bintik perdarahan, lebam, kadang-kadang mimisan, berak darah, muntah darah, kesadaran menurun atau shock,nyeri pada pergerakan bola mata dan beberapa gejala lainnya

Wabah DBD juga menghantui masyarakat Kabupaten Kudus terutama ketika memasuki musim peralihan atau yang biasa dikenal dengan pancaroba. Cuaca yang panas menjadi hujan, datang bergantian dengan selang waktu yang cepat.

Kondisi itu berpotensi menimbulkan banyaknya genangan air tempat nyamuk bersarang. Selain faktor cuaca tingginya temuan kasus DBD di Kabupaten Kudus salah satunya, diduga karena banyaknya industri yang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang.

Ketika salah satu orang terserang DBD, biasanya mudah menular ke warga lainnya.  Faktor minimnya pengetahuan masyarakat Kabupaten Kudus tentang demam berdarah dengue juga menjadi salah satu penyebab tingginya temuan kasus.

Adapun upaya pencegahan demam berdarah yang dapat dilakukan untuk menghindari wabah demam berdarah yaitu :

  1. Pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang demam berdarah dari cara penularannya, gejala dari demam berdarah, dan penanganannya.
  2. Melakukan penyemprotan atau pengasapan (fogging) secara bersama dalam di satu wilayah (serempak).
  3. Masyarakat melakukan proteksi diri terhadap demam berdarah dengan cara menggunakan obat nyamuk, kelambu, lotion anti nyamuk agar tidak tergigit oleh nyamuk Aedes Aegepty dan menghilangkan kebiasaan menggantung pakaian di kamar

Namun sebenarnya untuk menghindari wabah demam berdarah di Kabupaten Kudus sangatlah mudah, kunci utamanya adalah masyarakat Kabupaten Kudus tidak membiarkan adanya air tergenang yang banyak terjadi saat musim hujan, baik d idalam rumah maupun di luar rumah sehingga nyamuk Aides aegepty  tidak dapat bersarang dan berkembangbiaknya di air tegenang tersebut.

Selain itu masyarakat Kabupaten Kudus juga harus menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan melakukan 3 M  yaitu

  1. Menguras

Membersihkan (menguras) tempat penyimpanan air seperti tempayan, bak kamar mandi/WC, ember, gentong dll. Paling tidak seminggu sekali dilakukan pengurasan secara rutin.

  1. Menutup

Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti tempayan, drum, ember, gentong dan lain sebagainya, agar nyamuk tidak bisa masuk dan berkembang biak di tempat-tempat tersebut.

  1. Mengubur

Kubur atau timbunlah barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol-botol pecah dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Ternyata mencegah terjadinya wabah DBD sangatlah mudah. Banyak cara yang sangat mudah dijalankan terutama bagi masyarakat Kabupaten Kudus jadi mulailah menjaga lingkungan sekitar dan tetap rutin melakukan kegiatan 3 M di Kabupaten Kudus untuk mewujudkan kota bebas demam berdarah.

(Intan Puteri Yokebeth, warga Kudus, Jawa Tengah. Artikel ini dimuat di MuriaNewsCom, Rabu 24 Mei 2017)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Mulai Beralih Fungsi, Anggota Dewan Soroti Penggunaan GOR Simpanglima Purwodadi

Selengkapnya →