Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Sebagian Besar Desa di Rembang Belum Manfaatkan Aplikasi SIMPONI untuk Iuran BPJS Kesehatan



Reporter:    /  @ 16:11:56  /  23 Mei 2017

    Print       Email

Kepala BPJS Kesehatan Rembang Slamet Widodo. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Dari 287 desa yang ada di Rembang, sekitar 50 persennya belum dapat mengoperasikan aplikasi Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI).

Aplikasi ini, bukan hanya mengakomodir penerimaan PNBP tetapi juga penerimaan Non Anggaran yang berasal dari Pengembalian Uang Persediaan/Tambahan Uang Persediaan, Pengembalian Belanja Tahun Anggaran Berjalan, Sisa Hibah Langsung dalam bentuk uang, dan Perhitungan Fihak Ketiga (PFK). Sebagai salah satu jenis setoran Dana PFK, maka Iuran BPJS ke Rekening Kas Negara dapat disetor melalui SIMPONI.

Kepala BPJS Kesehatan Rembang Slamet Widodo mengaku, bahwa pihaknya sempat digandeng atau diajak kerja sama oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) untuk memberikan pelatihan pengisian aplikasi tersebut.

“Aplikasi SIMPONI itu merupakan sistem komputerisasi atau aplikasi yang dapat digunakan untuk cara pembayaran iuran  Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN),” paparnya.

Namun, saat disinggung mengenai jumlah desa yang sudah menguasai aplikasi tersebut, katanya, sejauh ini secara keseluruhan di Rembanng belum ada 50 persen yang dapat memanfaatkan aplikasi SIMPONI tersebut.

Menurutnya, aplikasi tersebut harus dapat dikuasi oleh pihak desa. Sebab, saat jni anggaran desa juga sudah maksimal. Termasuk mengenai internet yang ada di desa. Aplikasi SIMPONI itu, juga bisa digunakan untuk mendata secara kolektif bagi perangkat desa yang akan membayar iuran JKN yang nantinya akan disetorkan ke KPPN.

Ia katakana, untuk Pembayaran Iuran BPJS melalui SIMPONI, maka Bendahara Desa akan menggunakan Billing Non anggaran,

Dengan kode billing yang diterbitkan SIMPONI, Bendahara Desa membayarkan setoran Iuran BPJS melalui bank dan pos persepsi. Sampai dengan saat ini, sudah terdapat 72 Bank Persepsi dan 1 Pos Persepsi, yang telah menjangkau sampai ke tingkat kecamatan, bahkan telah menjangkau sebagian desa.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →