Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Permintaan Fashion Meningkat, Batik Bumi Saridin Kebanjiran Order



Reporter:    /  @ 17:00:31  /  23 Mei 2017

    Print       Email

Proses pencoletan warna di rumah produksi batik Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Batik Bumi Saridin khas Kecamatan Kayen mulai diburu pembeli dua bulan mendekati Lebaran. Hal itu disebabkan batik tulis dikerjakan secara manual, sehingga butuh waktu cukup lama bila ingin pesan dalam jumlah yang banyak.

Asih Subekti, pembatik asal Desa Durensawit, Kecamatan Kayen mengatakan, pembeli batik tulis bermotif “Bumi Saridin” masih sebatas dari wilayah kecamatan Kayen. Beberapa pembeli di antaranya dari Kabupaten Pati dan Kudus.

Pasalnya, pemasaran batik Bumi Saridin selama ini hanya mengandalkan unit pengelola kegiatan (UPK) kecamatan, serta ditawarkan dari mulut ke mulut. “Kita belum bisa pasarkan lewat online, karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Tapi, ke depan kita akan coba,” ujar Asih, Selasa (23/5/2017).

Satu lembar kain batik Bumi Saridin dibanderol dari Rp 175 ribu sampai Rp 200 ribu. Perbedaan harga terletak pada proses pembuatan hingga motif yang lebih rumit.

Batik jenis blok lebih murah, karena proses pewarnaannya cukup mudah. Berbeda dengan batik colet, harganya lebih mahal karena butuh waktu yang cukup lama, pewarnaan secara manual dari satu motif ke motif yang lain.

“Kalau buat batik yang ngeblok, kami bisa memproduki delapan sampai sepuluh batik. Berbeda dengan colet, prosesnya cukup lama, sehingga harganya sedikit lebih mahal,” tuturnya.

Dua bulan menjelang Lebaran ini, dia mengaku mendapatkan pesanan lebih banyak ketimbang hari-hari biasa. Pesanan itu berasal dari instansi dan ibu rumah tangga yang akan digunakan untuk memberikan paket Lebaran.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →