Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Berdalih Lakukan Ritual Pelarisan, Dukun di Jepara Ini Cabuli Gadis ABG



Reporter:    /  @ 13:23:10  /  23 Mei 2017

    Print       Email

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta (satu dari kiri) sedang bertanya kepada tersangka pencabulan, Nurul Mubin (dua dari kiri) dan Aang Sugiarto alias Mbah Rosid (tiga dari kiri). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Mengaku dukun , Aang Sugianto (54) Alias Mbah Rosid mencabuli seorang gadis. Akibat kejadian itu ia bersama seorang anak buahnya Nurul Mubin (19), terpaksa meringkuk di penjara.

Penuturannya kepada penyidik, mulanya korban berinisial NP (17) bertemu dengan Nurul Mubin di sebuah kafe. Saat itu Mubin mengaku mengajak gadis itu untuk melakukan persetubuhan. 

“Saya pertama kali melakukan hal itu pernah di rumahnya. Tapi tidak ada paksaan. Dia kemudian kabur dari rumah dan memerlukan uang. karena bingung lalu saya bawa kerumah kakek ini (Mbah Rosid),” kata Mubin, Selasa (23/5/2017). 

Di rumah orang tua itu, ternyata NP diperdaya, sehingga melayani nafsu bejatnya berkedok ritual kawin kontrak dengan jin melalui perantara Mbah Rosid. Dengan ritual itu, gadis tersebut dijanjikan bisa mendapatkan kekayaan. 

Namun janji tinggal janji. NP dibohongi oleh Mbah Rosid. Perbuatannya semata dilakukan untuk menyalurkan nafsu bejatnya. Ketika akan kabur dari rumah pelaku yang ada di Tahunan itu, NP diancam akan mendapatkan balak atau musibah.”Dua kali saya melakukannya. Ya pertamanya mau melakukan ritual untuk pelarisan,” aku Rosid. 

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta menyebut, tersingkapnya tabir kejahatan Mbah Rosid dan Mubin bermula dari laporan kehilangan orang tua NP. Pada sekitar bulan April 2017, NP dilaporkan telah kabur dari rumahnya. 

“Pengungkapan ini berawal dari laporan orang tua korban ke Polsek Tahunan, yang kehilangan anaknya, kira-kira sebulan yang lalu. Dengan keterangan yang kita kumpulkan, kita lantas menyasar rumah tersangka, dan menemukan tersangka dengan korban beserta alat-alat ritual,” terang Suharta. 

Ia mengungkapkan dari rumah tersangka ditemukan enam buah keris, sebuah jenglot, selembar kain putih, dua buah seprai warna merah putih motif bunga dan dua buah sarung warna hitam. 

Tersangka sendiri diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara, karena melanggar pasal 81 (1) dan (2) jo pasal 76 d dan atau pasal 82 jo 76E UU RI no 35/2014 tentang Perubahan UU RI No 23/2004 tentang Perlindungan Anak.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →