Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Harga Bawang Putih di Jepara Masih tinggi



Reporter:    /  @ 16:06:48  /  22 Mei 2017

    Print       Email

Harga bawang putih di Kabupaten Jepara masih tinggi, di kisaran Rp 45-50 ribu per kilogram. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Harga bawang putih di Jepara masih tinggi, belum sesuai ketetapan Menteri Perdagangan sebesar Rp 38 ribu per kilogram. Di Bumi Kartini, komoditas itu masih dijual pada kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram, kepada konsumen. 

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara, Slamet Riyanto berujar update harga tersebut diperoleh dari sejumlah pasar setelah dilakukan pantauan harga pada Minggu lalu. Menurutnya, selama tiga hari, yakni 16-18 Mei, tim yang dikoordinir oleh Bagian Perekonomian Setda Jepara melakukan pantauan ke beberapa pasar yang ada di kabupaten itu. 

Tim tersebut, lanjut Slamet, melakukan pantauan ke bagian utara, tengah dan timur Jepara. Setelah diadakan pantauan, harga bawang putih bergerak stagnan pada rentang kisaran tersebut.

“Harga bawang putih di pasaran berada pada kisaran Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu,” kata Slamet, Senin (22/5/2017).

Menurutnya, temuan itu akan dikaji oleh tim, apakah penyebab harga bawang putih masih tinggi. Dirinya menduga, tingginya harga komoditas tersebut dikarenakan dua hal, yakni adanya permainan tengkulak atau ketersediaan yang memang terbatas. 

Jika ketersediaan mencukupi, maka pihaknya akan bekerja sama dengan polisi untuk melihat penerapan rantai produksi. “Namun jika hasilnya ketersediaan tidak mencukupi maka akan dilakukan semacam operasi pasar untuk menekan harga bawang,” tuturnya. 

Slamet menuturkan, tindakan tersebut akan dikoordinasikan langsung oleh Bagian Perekonomian Setda Jepara. Namun demikian, ia berharap agar tindakan lanjutan cepat diambil sebelum bulan Ramadan tiba. 

“Pada pekan-pekan lalu, harga bawang sempat mencapai Rp 60 ribu per kilogramnya, sekarang sudah turun. Kami harap akan ada penurunan, namun jika tidak akan segera diambil tindakan, harapannya sebelum puasa,” tutup Slamet. 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Fasbuk Siap Lantunkan Kedamaian Lewat Sastra

Selengkapnya →