Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

KA Tabrak Mobil : Usai Diidentifikasi, 4 Jenazah Korban Tertabrak Kereta di Grobogan Dibawa Pulang ke Semarang



Reporter:    /  @ 21:39:32  /  20 Mei 2017

    Print       Email

Petugas membawa jenazah ke dalam ambulans untuk dibawa ke Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jenazah empat korban tewas di dalam mobil yang tertabrak kereta api Argo Bromo di Desa Katong, Kecamatan Toroh akhirnya dibawa pulang ke rumah duka di Kompleks Perumahan Dinar Mas, Tembalang, Semarang. Jenazah diberangkatkan dari ruang pemulasaraan RS Panti Rahayu Purwodadi sekitar pukul 20.45 WIB.

Ada empat ambulans yang mengantar jenazah. Dua ambulan dari RSUD dr Soedjati dan sisanya milik RS Panti Rahayu.

Semua jenazah dimasukkan dalam peti kayu. Hal itu dilakukan lantaran kondisinya sudah sulit dikenali akibat terkena luka bakar dan memunculkan bau menyengat.

Karena kondisinya hangus itulah proses identifikasi korban yang dilakukan tim dokter dan tim DVI Polda Jateng juga berlangsung cukup lama. Sedikitnya, butuh waktu hampir tiga jam untuk menuntaskan proses identifikasi.

“Jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah diperiksa, kemudian pada pukul 20.00 WIB diserahkan pada pihak keluarga,” kata Ichwan, salah seorang kerabat korban kecelakaan.

Selain keluarga dan kerabat, ada sejumlah tetangga korban yang datang ke ruang jenazah RS Panti Rahayu. Para tetangga korban mendengar kabar duka, sekitar satu jam pasca terjadinya kecelakaan.

“Kami cukup kaget ketika dapat kabar ini. Makanya, kami dengan beberapa tetangga lain datang ke Purwodadi untuk memastikan berita itu,” ujar Hendro.

Seperti diberitakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.45 WIB. Mobil datang dari arah utara menyebrangi rel menuju Dusun Ketanggan, Desa Katong. Padahal, dalam waktu bersamaan sedang melaju kereta api Argo Bromo dari arah Surabaya (timur).

Mengingat jaraknya sudah dekat, tabrakan tak bisa dihindari. Setelah tertabrak, mobil bernomor polisi B 1937 USQ menempel di loko kereta dan terseret hingga ke Stasiun Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan.

Lokasi kecelakaan berada di timur Sungai Serang yang masuk wilayah Kecamatan Toroh.  Sedangkan posisi stasiun ada di barat Sungai Serang yang masuk wilayah Kecamatan Penawangan. Jarak lokasi tabrakan hingga kereta berhenti sekitar 700 meter.

Lantaran terseret loko, muncul percikan api dari bodi kendaraan yang menempel rel. Kondisi ini akhirnya menyebabkan mobil ringsek dan hangus terbakar. Bagian depan loko kereta dengan nomor seri CC 2061392 terlihat gosong kena jilatan api dari mobil yang terbakar.

Akibat kecelakaan ini empat orang yang ada di dalam mobil tewas. Semua korban adalah warga yang berasal dari Perumahan Dinar Mas, Tembalang, Semarang. Masing-masing, AgusBambang (65), dan Agus Abdullah (55). Kemudian, Ihsan Ngadikan (58), dan anaknya Syamsul Bachtiar (30). 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →