Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

KA Tabrak Mobil : Rombongan Korban di Katong Grobogan Ternyata lagi Acara Mbesan



Reporter:    /  @ 20:34:17  /  20 Mei 2017

    Print       Email

Disinilah lokasi kecelakaan maut di perlintasan kereta tanpa palang di Desa Katong, Kecamatan Toroh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Adanya korban tewas dalam mobil yang tertabrak kereta api Argo Bromo di Desa Katong, Kecamatan Toroh sempat mengundang pertanyaan banyak pihak. Sebab, semua korban adalah warga yang berasal dari Perumahan Dinas Mas, Tembalang, Semarang. Masing-masing, Agus Bambang (65), Agus Abdullah (55), Ihsan Ngadikan (58), dan Syamsul Bachtiar (30).

Informasi yang didapat menyebutkan, para penumpang mobil bernomor polisi B 1937 USQ ternyata bisa sampai di lokasi kejadian karena sedang ikut rombongan yang mbesan atau ngunduh mantu.

Lokasi mbesan di ada di rumah Wagimin, warga Dusun Ketanggan, Desa Katong. Namun, sebelum sampai di lokasi, mobil tersebut mengalami nasib nahas. Saat mau lewat diperlintasan tanpa palang pintu, kendaraan warna silver itu dihantam kereta dari arah timur hingga akhirnya terseret 700 meter sampai Stasiun Sedadi, Kecamatan Penawangan.

“Lokasi kejadian dengan tempat acara ngunduh mantu sudah dekat. Tinggal beberapa ratus meter lagi,” kata Suwigyo, warga Katong.

Empat orang yang naik mobil Avanza itu bergabung dalam rombongan mbesan dari tetangganya bernama Saifullah. Beberapa hari sebelumnya, sudah dilangsungkan pernikahan putri dari Saifullah bernama Azkia dengan pemuda dari Desa Katong Ahmad Kosim. Prosesi pernikahan dilanjutkan resepsi dilangsungkan di Semarang.

Setelah pesta di Semarang, sesuai tradisi, gantian dari keluarga pihak perempuan bertandang ke rumah keluarga mempelai laki-laki. Dalam istilah Jawa, kegiatan itu dinamakan mbesan atau ngunduh mantu.

“Rombongan yang ikut mbesan ada lima mobil. Selain kerabat ada beberapa tetangga yang saya ajak mbesan ke Grobogan,” jelas Saifullah saat ditemui wartawan di Stasiun Sedadi.

Dijelaskan, dalam rombongan tersebut, mobil yang ditumpangi empat tetangganya berada paling belakang. Saat lewat perlintasan, empat kendaraan berhasil melaju dengan aman dan saat itu memang belum terlihat ada kereta.

Ketika mobil terakhir hendak menyeberangi rel ke arah Dusun, mendadak muncul kereta dari arah timur yang melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya terjadilah peristiwa tragis tersebut.

“Saya sangat sedih dengan adanya musibah ini. Saya tidak menyangka, rombongan yang saya ajak mbesan mengalami musibah,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pelaku Korupsi Tidak Bisa Dipandang dari Latar Belakangnya, Begini Penjelasannya

Selengkapnya →