Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Jelang Ramadan, Satgas Mafia Pangan Disebar di Pati



Reporter:    /  @ 17:17:46  /  20 Mei 2017

    Print       Email

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan (dua dari kanan) menunjukkan garam yang disita hasil operasi Satgas Mafia Pangan di Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satgas Mafia Pangan yang dibentuk Polres Pati disebar di berbagai tempat di Pati menjelang Ramadan. Mereka ditugaskan untuk mengecek harga sembako, termasuk adanya bahan pokok bermasalah.

Dari hasil operasi khusus yang dilakukan, Satgas Mafia Pangan menemukan sejumlah produk garam bermasalah. Salah satunya, produk garam yang perizinannya belum diperpanjang seperti TDP, SIUP, HO, IUI dan sertifikat SNI.

Tercatat, ada enam produsen yang berurusan dengan Satgas Mafia Pangan karena perizinannya belum diperpanjang, sebagian izin belum keluar. Keenam produsen tersebut tersebar di Kecamatan Wedarijaksa, Juwana, dan Batangan.

“Kami ambil sampel produk dari masing-masing gudang garam untuk diamankan dan akan diuji laboratorium. Bila diduga bersalah, pelaku dapat dikenakan tindak pidana karena tidak sesuai dengan standar yang disyaratkan dalam ketentuan undang-undang,” ujar Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, Sabtu (20/5/2017).

Dalam Pasal 62 ayat 1 jo 8 ayat 1 huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pelaku usaha pangan yang sengaja tidak memiliki izin edar terhadap setiap pangan olahan untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran dikenakan ancaman hukuman lima tahun kurungan penjara.

Mereka juga bisa dikenakan Pasal 120 ayat 1 jo 53 ayat 1 huruf b dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp 3 miliar, dan/atau Pasal 142 jo 91 ayat 1 dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar.

“Selain garam, kami juga mengecek dan memantau harga kebutuhan pokok di pasaran seperti beras, gula, minyak goreng, dan sebagainya. Sejumlah tempat yang kami pantau, di antaranya Pasar Puri, Rogowangsan, Sleko, dan Porda Juwana. Hasilnya, harga masih stabil dan belum ada kenaikan harga signifikan,” tandas AKBP Hamdan.

Sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga, di antaranya cabai rawit merah dan bawang merah. Sementara komoditas yang mengalami sedikit kenaikan, antara lain telur ayam dan bawang putih.

Dari pantauan Satgas Mafia Pangan, stok kebutuhan pokok di Kabupaten Pati sejauh ini masih cukup aman. Secara umum, harga kebutuhan pokok di Pati dinilai masih stabil dan dapat memenuhi kebutuhan hingga Ramadan nanti.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Pemerintah Desa Tlogitirto Grobogan Masukkan Program Droping Air Lewat APBDes

Selengkapnya →