Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

3 Rumah dan Musala di Kalimaro Grobogan Ludes Terbakar



Reporter:    /  @ 11:00:58  /  20 Mei 2017

    Print       Email

Peristiwa kebakaran di Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Grobogan, menyebabkan tiga rumah dan satu musala terbakar, Jumat (19/5/2017) malam

MuriaNewsCom, Grobogan – Kebakaran hebat terjadi di Desa Kalimaro, Kecamatan Kedungjati, Grobogan, Jumat (19/5/2017) malam. Sedikitnya ada tiga rumah warga rata dengan tanah.

Masing-masing milik Khasan Basri (65), Samai (35), dan Galih (27). Korban kebakaran tercatat warga yang tinggal di Dusun Karangploso RT 05, RW 05.

Selain rumah, kebakaran juga menghabiskan satu unit bangunan musala. Kemudian, tiga ekor kambing dan dua sepeda motor juga jadi korban amukan si jago merah.

“Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka. Tafsir kerugian sementara sekitar Rp 145 juta,” kata Kapolsek Kedungjati AKP Sapto, Sabtu (20/5/2017).

Peristiwa kebakaran mulanya berasal dari rumah Galih. Ceritanya, malam itu sekitar pukul 23.30 WIB, Galih terbangun karena merasakan kondisi rumahnya terasa panas.

Kemudian, Galih keluar dari kamar dan beranjak menuju ke dapur. Saat sampai di belakang, ia melihat ruangan dapur sudah terbakar. Selanjutnya, Galuh membangunkan keluarganya untuk keluar rumah sembari berteriak minta tolong.

Mendengar ada jeritan minta tolong, warga kemudian berhamburan keluar rumah. Setelah itu, puluhan warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Terbatasnya pasokan air dan minimnya penerangan malam itu menjadikan upaya pemadaman sulit dilakukan. Adanya hembusan angin kencang membuat kobaran api makin membesar hingga menjalar pada bangunan di sekitarnya.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan api. Namun, kobaran apinya cepat sekali membesar sehingga pemadaman sulit kita atasi,” jelas Sapto.

Sapto menyatakan, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari api kayu di pawon (tungku) yang lupa dimatikan pemilik rumah. Dijelaskan, sebelum kejadian, pemilik rumah sempat menggelar hajatan memperingati anaknya yang lahir beberapa hari lalu atau sepasaran bayi.

“Acara hajatannya selesai sekitar jam 22.00 WIB. Setelah itu, pemilik rumah langsung tidur. Sebelum tidur, pemilik rumah tidak menyadari jika api di tungku belum dipadamkan dengan sempurna,” imbuhnya.

 

Editor : AKrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Film Produksi SMPN 1 Gubug Kembali Berjaya di Ajang Festival Film Grobogan

Selengkapnya →